Surabaya, IPNU Jatim
Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Ir. Muhammad Faqih, menekankan urgensi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) bagi kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), terutama dalam menghadapi tantangan zaman di era disrupsi.
Hal itu beliau sampaikan dalam sambutan pada acara Pelantikan Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur Masa Khidmat 2024–2027, yang berlangsung di Gedung PWNU Jatim lantai 3, Ahad (20/04/2025).
“IPNU harus menjadi pelajar Nahdlatul Ulama yang tidak hanya kuat secara ideologi dan tradisi keagamaan, tetapi juga unggul dalam penguasaan IPTEK. Karena tantangan kita ke depan adalah era disrupsi yang penuh percepatan dan perubahan,” tegas Faqih di hadapan para peserta.
Menurutnya, penguasaan IPTEK adalah kunci agar kader IPNU mampu bersaing secara global, sekaligus menjawab kebutuhan umat dan bangsa secara konkret. Beliau menyebut literasi digital, penguasaan data, dan inovasi sebagai kompetensi wajib bagi pelajar NU hari ini.
Namun demikian, beliau menekankan bahwa penguasaan teknologi harus sejalan dengan akhlakul karimah serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
“Modernitas harus dijiwai nilai keislaman yang rahmatan lil alamin. Di situlah letak posisi strategis IPNU—menggabungkan ilmu, iman, dan amal,” imbuhnya.
Kiai Faqih juga menyoroti pentingnya pengawalan kader IPNU yang sedang menempuh pendidikan tinggi, khususnya di kampus-kampus negeri ternama. Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi adalah ladang strategis bagi kader NU untuk tampil dan berkontribusi di berbagai sektor kehidupan.
“Banyak kader IPNU lolos di kampus-kampus favorit. Mereka harus tetap terhubung dengan nilai-nilai ke-NU-an dan tidak tercerabut dari akar tradisi,” ujarnya.
Terakhir, beliau menutup sambutan dengan penegasan bahwa IPTEK dan pembinaan karakter berbasis Islam rahmatan lil alamin adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam proses kaderisasi pelajar NU.
“IPNU harus hadir sebagai garda depan yang tangguh, cakap teknologi, berintegritas, dan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman,” pungkasnya.
Pewarta : M. Faisol
Editor : Robet Asror

