Probolinggo, IPNU Jatim
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Probolinggo menggelar agenda Sunday Knowledge Sharing sebagai bentuk penguatan kader di tingkat bawah. Kegiatan yang berlangsung di Gedung MWC NU Leces ini diikuti kader dari PAC Leces dan PAC Tegal Siwalan dengan suasana yang cair dan produktif.
Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo, Ahmad Dwi Juharmanto, menegaskan bahwa forum ini adalah cara efektif menyelaraskan strategi organisasi agar tidak tertinggal oleh derasnya perubahan zaman. “Di era serba cepat seperti ini, kalau kita diam sebentar saja kita bisa langsung outdated. Forum ini untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan api semangat rekan–rekanita tetap menyala,” ujarnya.
Menurutnya, fokus utama kegiatan ini adalah membuka potensi terbaik kader akar rumput di Zona Timur. Pendekatan jemput bola dipilih agar komunikasi lebih dekat dan pembinaan lebih terukur. “Kita ingin membongkar tuntas strategi yang relevan dengan tantangan anak muda hari ini. Intinya, kita mau unlock potential teman-teman di bawah,” jelasnya.
Pemilihan Gedung MWC NU Leces juga memiliki alasan khusus, sebagai bentuk penghormatan kepada para kiai dan sesepuh NU setempat. “Kita ingin kegiatan anak muda tetap terhubung dengan rumah orang tua. Modern iya, tapi barokahnya juga harus dapat,” tambahnya.
Juharmanto menilai keberhasilan kegiatan tidak ditentukan oleh jumlah peserta, tetapi oleh perubahan nyata setelahnya. “Ukuran suksesnya adalah apakah setelah pulang, PAC Leces dan Tegal Siwalan bikin gebrakan baru? Programnya makin inovatif? Timnya lebih solid? Itu yang kita tunggu,” tegasnya.
Kegiatan Sunday Knowledge Sharing menjadi sinyal kuat bahwa PC IPNU–IPPNU Probolinggo mulai membangun pola komunikasi yang lebih intens dan terukur, terutama untuk memastikan kader Zona Timur semakin progresif, adaptif, dan siap menjadi penggerak organisasi di masa depan.
Penulis: Agus Budi Cahyono (PC IPNU Kabupaten Probolinggo)

