Bawean, IPNU Jatim
Sebanyak 80 santri Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Mambaul Falah, Tambilung, Bawean, resmi dikukuhkan sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Senin (21/9/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), sebagai tahap awal kaderisasi bagi pelajar dan santri untuk mengenal lebih dekat organisasi pelajar Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat pemahaman keislaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan ke-NU-an.
Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Mambaul Falah, Gus Nurul Irfan, mengatakan Makesta merupakan pintu awal bagi para santri untuk mengenal struktur dan peran badan otonom Nahdlatul Ulama.
“Makesta menjadi gerbang pertama bagi para santri untuk mengenal struktur banom Nahdlatul Ulama secara lebih dekat,” ujar Gus Nurul Irfan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari tersebut diisi dengan berbagai materi pembekalan. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai ideologi Aswaja, ke-NU-an, serta wawasan organisasi sebagai bekal dalam menjalani proses kaderisasi di lingkungan IPNU-IPPNU.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pembaiatan anggota baru. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur, Rafli Rifki Reza.
Dalam sambutannya, Rafli menekankan pentingnya keberlanjutan proses kaderisasi setelah pelaksanaan Makesta. Menurutnya, para santri yang telah mengikuti kaderisasi perlu terus didampingi agar proses pengembangan kapasitas mereka tidak berhenti pada pengukuhan sebagai anggota.
“Pengkaderan ini harus terus dilanjutkan, dirawat, didampingi, dan dibina. Mereka adalah tunas-tunas anggota IPNU-IPPNU di Pulau Bawean,” kata Rafli.
Ia juga berpesan agar para santri menjadikan proses kaderisasi tersebut sebagai salah satu pijakan untuk meneruskan estafet perjuangan para ulama.
Menurut Rafli, pengalaman belajar dan pendidikan keagamaan yang diperoleh para santri di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Mambaul Falah dapat menjadi bekal penting untuk terus berkhidmat kepada umat dan Nahdlatul Ulama.
“Semoga para santri yang mengikuti Makesta hari ini tumbuh menjadi generasi penerus perjuangan para ulama. Bekal ilmu yang diperoleh di pesantren hendaknya menjadi landasan untuk terus berkhidmat kepada umat dan Nahdlatul Ulama dengan penuh keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab,” lanjutnya.
Sementara itu, PC IPNU-IPPNU Bawean berharap pelaksanaan Makesta tersebut tidak hanya menghasilkan anggota baru secara administratif, tetapi juga menjadi awal lahirnya kader-kader muda yang aktif dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.
Kaderisasi di lingkungan pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki dasar keagamaan kuat sekaligus mampu berkontribusi di tengah perubahan sosial.
Melalui pengukuhan tersebut, PC IPNU-IPPNU Bawean berharap para kader baru dapat terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman organisasi, serta mengambil peran dalam kehidupan masyarakat di Pulau Bawean.
Dengan demikian, Makesta tidak berhenti sebagai seremoni pengukuhan anggota, tetapi menjadi langkah awal untuk merawat keberlanjutan kaderisasi dan menyiapkan generasi muda Nahdlatul Ulama yang berilmu, berorganisasi, serta siap mengabdi kepada umat dan bangsa.
Pewarta : Media PC IPNU Bawean
Editor : Redaksi LPP PW IPNU Jatim

