PC IPNU-IPPNU Mojokerto Gelar “Pelajar Angkat Bicara”, Wadahi Aspirasi Gen Z

MOJOKERTO, IPNU JATIM

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Mojokerto sukses menggelar forum bertajuk Pelajar Angkat Bicara di Pendopo Kabupaten Mojokerto, Jumat (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis bagi ratusan pelajar untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berdiskusi langsung dengan pemangku kebijakan dan akademisi terkait isu pendidikan.

Mengusung konsep literasi multimodal, forum ini dirancang untuk melatih pelajar agar mampu membaca realitas sosial secara kritis, menuliskan gagasan secara sistematis, serta menyampaikannya secara terbuka di ruang publik. Dalam sesi refleksi, peserta menyoroti berbagai persoalan krusial, mulai dari kesenjangan akses pendidikan hingga tantangan belajar di era digital.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mojokerto, Ning Shofiya Hanak Al Barra, Lc., yang menekankan pentingnya sinergi lintas elemen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat angka putus sekolah yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Banyak sekali siswa-siswi di Kabupaten Mojokerto yang putus sekolah. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencari solusi,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Dr. Mufarihul Hazin, S.Pd.I., M.Pd., menyoroti pentingnya peran Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) sebagai wadah pembentukan karakter pelajar di tengah derasnya distraksi digital.

Sulaiman dan Ayyunin Terpilih Menjadi Nahkoda PAC IPNU IPPNU Wonomerto 2026-2028

“IPNU-IPPNU memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap berdaya dan berintegritas di era digital,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini juga menjadi ruang aktualisasi diri bagi pelajar untuk membangun karakter, memperluas jejaring, serta meningkatkan resiliensi. Peserta diajak memahami sejarah organisasi secara visual, menganalisis isu sosial melalui tulisan, hingga menyampaikannya dalam dialog interaktif.

Kegiatan ini menegaskan bahwa pelajar bukan hanya objek pendidikan, tetapi juga subjek yang memiliki daya kritis serta kemampuan menawarkan solusi. Melalui forum Pelajar Angkat Bicara, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto berhasil menghadirkan ruang partisipatif yang egaliter, di mana suara pelajar dapat didengar secara langsung oleh para pemangku kepentingan.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas berpikir reflektif pelajar serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih solutif, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Penulis : Muhammad Imam Mahfudli

Inspirasi dari Probolinggo: Ahmad Faiz, Aktivis IPNU yang Berangkat Haji di Usia 21 Tahun