PROBOLINGGO, IPNU Jatim
Ibadah haji kerap kali identik dengan usia senja. Namun, anggapan tersebut dipatahkan oleh Ahmad Faiz, mahasiswa berusia 21 tahun asal Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu tiga hari ke depan dengan membawa semangat muda dan dedikasi sebagai kader organisasi.
Perjalanan Faiz menuju Ka’bah bukanlah proses instan. Ia telah terdaftar sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2012. Melalui konsistensi menabung di Bank Syariah Indonesia (BSI), Faiz berhasil melunasi biaya keberangkatan yang telah dipersiapkannya selama belasan tahun. Baginya, berangkat haji di usia muda merupakan pilihan strategis, mengingat ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang prima.
“Kesehatan adalah faktor utama. Ibadah haji adalah ibadah fisik,” ujar Faiz saat diwawancarai. Ia juga mengaku selama masa tunggu yang panjang tidak pernah tergoda menggunakan tabungan hajinya untuk kebutuhan lain.
Menjelang keberangkatan (H-3), Faiz mengaku sangat bahagia. Meski tidak membawa barang khusus dari daerah asalnya, ia membawa bekal doa dari keluarga dan kerabat. Salah satu doa utama yang akan ia panjatkan di hadapan Ka’bah adalah harapan agar warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo dapat segera menyusul ke Tanah Suci.
Keberangkatan Faiz pun mendapat apresiasi dari Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Probolinggo. Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo, Ahmad Dwi Juharmanto, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas capaian kadernya tersebut.
“Faiz berangkat haji di usia muda adalah rezeki dan panggilan luar biasa. Ini membuktikan bahwa di tengah kesibukan mengurus organisasi, baik sebagai Koordinator Jaringan Sekolah dan Pesantren (JSP) maupun Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC), sisi spiritualitas tetap menjadi prioritas. Semoga ia membawa energi positif dan kedewasaan baru untuk seluruh kader,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo, Siti Nurazizah, menilai sosok Faiz sebagai bukti bahwa aktivis organisasi mampu menyeimbangkan kehidupan duniawi dan ukhrawi.
“Faiz menjadi bukti bahwa menjadi aktivis IPNU tidak hanya sibuk dalam kegiatan organisasi, tetapi juga serius dalam urusan akhirat. Semoga sepulang dari Tanah Suci, ia mampu menghadirkan gebrakan baru, khususnya dalam penguatan jaringan sekolah, madrasah, dan pesantren di Probolinggo,” tuturnya.
Sebagai kader aktif, Faiz berharap sepulang dari ibadah haji dirinya dapat berkontribusi lebih besar bagi kemajuan organisasi. Dukungan dan doa terus mengalir dari rekan-rekan seperjuangan agar ia menjadi haji yang mabrur serta membawa dampak positif bagi organisasi dan masyarakat luas.
Penulis: Agus Budi Cahyono

