Lamongan, IPNU Jatim
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) MA Ma’arif 19 Hasyim Asy’ari, Desa Kedungmegarih, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, sukses menyelenggarakan Rapat Anggota (Rapta) dengan mengusung tema Transformasi Digital pada Kamis (6/11/2025).
Kegiatan yang menjadi forum tertinggi di tingkat komisariat ini menandai tonggak sejarah baru karena seluruh rangkaian acara dilaksanakan dengan menerapkan sistem digital (E-System) secara penuh, mulai dari absensi, administrasi persidangan, hingga proses pemilihan ketua. Inovasi tersebut menjadi bukti kesiapan pelajar Nahdlatul Ulama di lingkungan MA Ma’arif 19 Hasyim Asy’ari dalam menjawab tantangan era digital.
Ketua PAC IPPNU Kembangbahu, Rekanita Nilna Nafa Sriwilujeng, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapta berbasis digital ini merupakan langkah konkret dalam menghadirkan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Rapat Anggota ini bukan sekadar pergantian pengurus, tetapi juga komitmen kita untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Digitalisasi E-System ini adalah bukti bahwa pelajar NU harus menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi untuk efisiensi dan transparansi organisasi,” ujarnya.
Kemeriahan Rapta semakin bertambah dengan kehadiran Kepala MA Ma’arif 19 Hasyim Asy’ari, Ustaz Abdul Qodir, yang turut memberikan sambutan motivatif kepada peserta. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya karakter kepemimpinan yang ideal bagi generasi penerus organisasi. “Pemimpin itu ada dua hal yang harus diketahui: pemimpin yang otoriter dan pemimpin yang berwibawa. Perbedaan ini penting karena berdampak besar terhadap keberlangsungan organisasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pemimpin otoriter hanya ditakuti oleh orang yang dipimpin karena kekuasaan dan paksaan, sementara pemimpin yang berwibawa akan disegani dan dihormati karena integritas, keilmuan, dan kebijaksanaannya. “Kalau otoriter, rasa takut itu tidak akan bertahan lama. Tapi kalau berwibawa, penghormatan itulah yang menjadi kunci loyalitas dan keberlanjutan perjuangan,” tambahnya.
Pesan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta. Mereka menilai bahwa transformasi digital tidak hanya menyangkut aspek teknologinya, tetapi juga harus diiringi dengan pembangunan karakter kepemimpinan yang berakhlak dan berwibawa, sebagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi ruh perjuangan pelajar NU.
Rapat anggota berjalan lancar dan demokratis hingga menghasilkan sejumlah keputusan strategis serta terpilihnya nahkoda baru PK IPNU dan IPPNU MA Ma’arif 19 Hasyim Asy’ari untuk masa khidmat berikutnya. Hasil ini menjadi harapan baru bagi kemajuan organisasi pelajar NU di lingkungan madrasah tersebut.
Penulis: Firdanussyafi Rohman

