KH Miftachul Akhyar: IPNU adalah “Dapur Besar” NU untuk Cetak Kader Berkualitas

Bondowoso, IPNU Jatim

Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, memberikan taujiah dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) perdana Majelis Alumni (MA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang digelar di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Sabtu (2/8/2025). Dalam taujiah tersebut, beliau menegaskan bahwa IPNU adalah “dapur besar” Nahdlatul Ulama yang meracik, memasak, dan menyajikan kader terbaik untuk NU dan bangsa.

“IPNU itu adalah dapur besarnya Nahdlatul Ulama. Di situlah kita mengolah dan meramu kader unggul dengan ilmu, takwa, dan semangat kebangsaan,” ujar Kyai Miftah.

Beliau juga mengingatkan tentang datangnya zaman “harj”, yaitu era kekacauan ketika batas antara kebenaran dan kebatilan menjadi kabur. Dalam situasi seperti ini, alumni IPNU diharapkan menjadi pelopor penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan pengembalian martabat umat.

Menjawab tantangan era digital dan Revolusi Industri 5.0, KH Miftachul Akhyar memaparkan konsep NU 5.0 yang ia rumuskan dalam lima pilar transformasi:

  1. Grand Idea – Penguatan identitas dan ideologi Aswaja.
  2. Grand Design – Perancangan ulang sistem organisasi yang relevan dengan tantangan zaman.
  3. Grand Strategy – Kaderisasi multidimensi yang terstruktur dan berkelanjutan.
  4. Grand Control – Pengawasan kader agar tetap sejalan dengan nilai-nilai NU.
  5. Grand Sam’ina wa Atho’na – Komitmen ketaatan terhadap keputusan organisasi.

KH Miftachul Akhyar juga menekankan pentingnya integrasi ilmu dan akhlak, mengutip ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Iqra’ bismi rabbik.

Sulaiman dan Ayyunin Terpilih Menjadi Nahkoda PAC IPNU IPPNU Wonomerto 2026-2028

“Ilmu tanpa bismi rabbik akan membawa pada kerusakan. IPNU harus melahirkan kader yang tidak hanya pintar, tetapi juga benar,” tegasnya.

Taujiah ditutup dengan doa bersama serta pembukaan resmi Munas I MA IPNU oleh KH Miftachul Akhyar. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Zulkifli Hasan, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid, serta ratusan peserta dari 28 provinsi di Indonesia.

Pewarta: Gilang Hardiansyah Priamono