KH. Hamid Wahid: Munas Alumni IPNU Momentum Strategis Jawab Tantangan Kebangsaan

Bondowoso, IPNU Jatim

Musyawarah Nasional (Munas) dan Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) resmi dibuka pada Sabtu (02/08/2025) di Pendopo Bupati Bondowoso. Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, KH. Hamid Wahid menyampaikan pentingnya IPNU sebagai kawah candradimuka bagi kader-kader muda NU yang membawa nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan nasionalisme yang kokoh.

“Majelis Alumni IPNU kemudian menjadi rumah besar bagi mereka yang telah melalui kaderisasi itu dan kini tersebar di berbagai sektor kehidupan, sebagai guru, dosen, politisi, birokrat, pengusaha, aktivis sosial, bahkan sebagai pemimpin daerah dan pejabat negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Munas ini merupakan momentum strategis untuk menyambung mata rantai perjuangan lintas generasi. Menurutnya, forum ini tidak sekadar menjadi rutinitas atau formalitas organisasi, melainkan menjadi wadah pertukaran gagasan untuk menghadirkan kontribusi nyata alumni IPNU terhadap kondisi kebangsaan hari ini.

“Munas ini bukan sekadar urusan pergantian kepemimpinan, tetapi bagaimana para alumni IPNU menyumbangkan pikiran, gagasan, dan pengaruhnya untuk ikut serta dalam pembangunan. Baik melalui jalur politik, birokrasi, pendidikan, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan serta bidang-bidang lainnya,” jelas Rekan Hamid yang juga merupakan Ketua MA IPNU Jawa Timur.

Sulaiman dan Ayyunin Terpilih Menjadi Nahkoda PAC IPNU IPPNU Wonomerto 2026-2028

Rekan Hamid sapaan akrabnya juga menggarisbawahi kompleksitas tantangan bangsa yang tengah dihadapi saat ini. Ia menyebutkan berbagai persoalan seperti ketahanan pangan, pertumbuhan industri yang tidak merata, ancaman krisis lingkungan, polarisasi sosial, dan derasnya arus globalisasi budaya serta informasi.“Maka peran kader muda NU, utamanya alumni IPNU, menjadi sangat penting sebagai penjernih, penjembatan, sekaligus penggerak perubahan,” pungkasnya.