Yuk Daftar! Pelajar NU Bojonegoro Akan Gelar Halaqoh Media dan Lomba Video Tingkat Nasional

Bojonegoro, IPNU Jatim

Dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah ke-8, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, akan menggelar Halaqoh Media dan Lomba Video Competition tingkat nasional.

Ketua Panitia Dies Maulidiyah, Yullia Ananda Sari menjelaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan dua agenda utama yang bersifat edukatif sekaligus kreatif.

“Halaqoh Media akan dilaksanakan pada Ahad, 31 Agustus 2025 di Pendopo Balai Desa Jono. Kegiatan ini terbuka untuk umum, khususnya pelajar, santri, dan mahasiswa se-Kabupaten Bojonegoro. Melalui Halaqoh Media, kita ingin membekali generasi muda agar bijak bermedia,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PR IPNU Jono, Rekan
Devin Nanta menegaskan bahwa halaqoh media ini mengusung tema besar “Santri Tangguh, Indonesia Tumbuh” Harapannya, peringatan Dies-Maulidiyah ke-8 ini mampu melahirkan generasi pelajar yang cerdas, kreatif, aktif, serta berkomitmen pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Sulaiman dan Ayyunin Terpilih Menjadi Nahkoda PAC IPNU IPPNU Wonomerto 2026-2028

“Kader IPNU-IPPNU tidak hanya cerdas menerima informasi, tetapi juga bijak mengelolanya untuk kemaslahatan umat,” tuturnya.

Kegiatan akan menghadirkan Rekan Hasan Alkafrowi, Leader Sosmed @ipnujatim sekaligus Founder Santri Garis Lucu, sebagai pemateri utama. Peserta dapat mengikuti Halaqoh Media dengan kontribusi biaya Rp15.000 yang sudah termasuk snack, sertifikat, dan door prize.

Selain itu, PR IPNU IPPNU Jono juga membuka Lomba Video Competition Nasional dengan tema “Cerita Santri, Untuk Negeri”

Ketentuan lomba adalah sebagai berikut:

  • Gelombang I : 1–31 Agustus 2025 (HTM Rp70.000)
  • Gelombang II : 1–20 September 2025 (HTM Rp90.000)
  • Batas akhir pengumpulan karya: 20 September 2025
  • Penjurian: 21 September – 3 Oktober 2025
  • Pengumuman Pemenang: 4 Oktober 2025

Para pemenang akan memperoleh uang pembinaan serta e-sertifikat. Peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya, dengan syarat karya orisinal, belum pernah dipublikasikan, dan bebas dari unsur SARA, hoaks, maupun kekerasan.

Inspirasi dari Probolinggo: Ahmad Faiz, Aktivis IPNU yang Berangkat Haji di Usia 21 Tahun

Penulis: M. Rendy Wijaya