Ketua PW IPNU Jatim: Masa Depan Bangsa Ditentukan oleh Kualitas Pendidikan

Surabaya, IPNU Jawa Timur

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur, M Rafli Rifki Reza, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai seremoni tahunan semata. Hal tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

“Pendidikan adalah fondasi utama yang menopang kemajuan bangsa. Ia bukan sekadar ruang belajar formal, tetapi medan perjuangan peradaban,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima LPP IPNU Jatim pada Jum’at (02/05/25).

Ia menjelaskan bahwa dalam konteks zaman yang terus berubah ditandai dengan arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan berbagai tantangan sosial lainnya pendidikan menjadi faktor penentu apakah suatu bangsa mampu bertahan dan memimpin peradaban.

“Cita cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya karena bonus demografi atau pertumbuhan ekonomi. Itu hanya akan tercapai jika kita memiliki generasi yang tercerahkan secara intelektual, kokoh secara moral, dan tangguh secara sosial,” ungkap Rafli sapaan akrabnya.

Sulaiman dan Ayyunin Terpilih Menjadi Nahkoda PAC IPNU IPPNU Wonomerto 2026-2028

Lebih lanjut, Rafli mengajak pelajar NU khususnya kader IPNU se-Jawa Timur, untuk menjadikan pendidikan sebagai gerakan strategis dan kultural. Menurutnya, semangat belajar yang ditanamkan tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam ruang-ruang sosial yang membentuk karakter dan nalar kritis.

“Kita harus menjadi pelaku sejarah, bukan sekadar pengikut zaman. Karena sejatinya, masa depan bangsa ditentukan oleh sejauh mana generasi kita terdidik dengan kebebasan akal budi,” jelasnya.

IPNU Jawa Timur sendiri terus mendorong kader-kadernya untuk aktif dalam gerakan literasi, peningkatan kapasitas intelektual, serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di lingkungan pelajar.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, menurut Rafli, harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa membangun pendidikan berarti membangun masa depan.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Saatnya menjadikan pendidikan sebagai ikhtiar bersama dalam membangun peradaban,” pungkasnya.

Inspirasi dari Probolinggo: Ahmad Faiz, Aktivis IPNU yang Berangkat Haji di Usia 21 Tahun

Pewarta : M. Faisol

Editor : Robet Asror