Rakerwil PW IPNU Jatim: Bangun Organisasi Pelajar yang Produktif dan Strategis

Surabaya, IPNU Jawa Timur

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Gedung PWNU Jawa Timur lantai 3, Ahad (20/04/2025).

Sekretaris PW IPNU Jawa Timur, Ali Rohmatulloh, menegaskan arah baru gerakan organisasi yang lebih progresif, berdampak, dan berkelanjutan. Ia mengusung semangat “Useful Generation, Useful Organization” sebagai fondasi transformasi IPNU di tengah dinamika zaman.

“Hari ini, tantangan kepeloporan generasi muda tidak cukup dijawab dengan semangat romantisme sejarah. Kita membutuhkan organisasi yang tidak hanya bergerak, tetapi berdampak. Tidak hanya hadir, tetapi relevan. Inilah arah baru yang ingin dibawa IPNU Jawa Timur,” ujarnya.

Ali menjelaskan bahwa gagasan Useful Generation bukan sekadar slogan, melainkan kesadaran kolektif bahwa pelajar harus menjadi subjek perubahan, bukan sekadar objek pembangunan. Oleh karena itu, IPNU didorong untuk melahirkan kader yang cakap secara intelektual, matang secara spiritual, dan sigap dalam menjawab persoalan sosial.

Sulaiman dan Ayyunin Terpilih Menjadi Nahkoda PAC IPNU IPPNU Wonomerto 2026-2028

“Namun, Useful Generation hanya bisa lahir dari Useful Organization. Di sinilah IPNU harus menata ulang dirinya: membangun budaya organisasi yang sehat, transparan, dan kolaboratif. Kita perlu menggeser paradigma organisasi dari yang bersifat seremonial menjadi produktif, dari yang reaktif menjadi strategis, dari yang sekadar menjaga tradisi menjadi aktor dalam pembangunan peradaban,” lanjutnya.

Sebagai langkah konkret, PW IPNU Jawa Timur akan membangun ekosistem kaderisasi yang mengintegrasikan tiga kekuatan utama: pengetahuan, gerakan sosial, dan kemandirian ekonomi. Cabang-cabang IPNU di seluruh Jawa Timur didorong untuk tidak hanya menggelar pelatihan, tetapi juga menciptakan ruang-ruang inovatif yang mendorong tumbuhnya kreativitas dan karya nyata kader.

“IPNU bukan sekadar tempat berkumpulnya para pelajar, melainkan rumah besar bagi masa depan Indonesia. Maka pelajar IPNU harus disiapkan sebagai pemimpin masa depan dengan akar keislaman yang kuat, wawasan kebangsaan yang luas, dan kepekaan sosial yang tajam,” tegasnya.

Pelantikan yang dilanjutkan dengan Rakerwil ini menjadi momentum awal bagi IPNU Jawa Timur untuk menjawab tantangan zaman melalui kerja-kerja nyata yang kolaboratif dan strategis. Di akhir keterangannya, Ali mengajak seluruh kader untuk bangkit dan bergerak bersama.

“Mari kita buktikan bahwa menjadi pelajar bukan penghalang untuk berkarya. Justru dari sinilah segalanya dimulai,” pungkasnya.

Inspirasi dari Probolinggo: Ahmad Faiz, Aktivis IPNU yang Berangkat Haji di Usia 21 Tahun

Pewarta : M. Faisol