Probolinggo, IPNU Jatim
Pimpinan Cabang (PC) IPNU‑IPPNU Kabupaten Probolinggo turut aktif mengawal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah dan madrasah, mulai Senin (14/07/2025). Kegiatan berlangsung selama tiga hingga lima hari di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MTs/SMP hingga MA/SMA/SMK se-Kabupaten Probolinggo.
Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo, Rekan Ahmad Dwi, menyampaikan bahwa MPLS menjadi momentum strategis bagi IPNU dan IPPNU dalam menyapa serta menanamkan nilai-nilai awal kepada pelajar baru.
“MPLS bukan hanya soal mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi ruang edukasi karakter, literasi kebangsaan, dan nilai-nilai ke-NU-an bagi pelajar,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, PC IPNU‑IPPNU menjalankan program pendampingan dan penguatan kelembagaan komisariat dengan metode kelas pengenalan organisasi dan leadership pelajar. Tak hanya itu, materi penguatan karakter kebangsaan dan spiritualitas juga turut disampaikan secara kolaboratif bersama pihak sekolah.
Ketua Departemen Kaderisasi IPNU Kabupaten Probolinggo, Rekan Dirham sapaan akrabnya , menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat humanis, partisipatif, dan berorientasi jangka panjang.
“Kami ingin membangun relasi yang dekat antara organisasi dan peserta didik baru melalui pendekatan yang menyenangkan, mendidik, dan membentuk watak kepemimpinan pelajar,” jelasnya.
Melalui agenda ini pula, PC IPNU‑IPPNU membuka proses rekrutmen anggota baru melalui berbagai pola kaderisasi, seperti Masa Orientasi Pelajar (MOP), Makesta (Makesta Awal), serta pendampingan intensif oleh kader-kader senior.
“Manajemen perawatan anggota dilakukan lewat pelatihan pengembangan diri dan penciptaan ruang ekspresi yang sesuai dengan minat dan bakat pelajar,” tambah Dirham.
Melalui sinergi dengan satuan pendidikan, PC IPNU‑IPPNU Kabupaten Probolinggo berkomitmen melahirkan pelajar NU yang unggul secara intelektual, religius dalam perilaku, dan nasionalis dalam semangat kebangsaan.
“Kami percaya, pelajar hari ini adalah generasi pemimpin masa depan. Maka, harus dibina sejak dini dengan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan,” pungkas Ahmad Dwi.
Pewarta: Destyan Nico Pratama

