Ketua IPNU UNUSIDA Ajak Mahasiswa Jadikan Semangat Santri sebagai Inspirasi Berkarya

Sidoarjo, IPNU Jatim

Momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat bagi generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan santri melalui pendidikan, penguatan akhlak, serta karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026 ini, Ketua Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), M. Ali Akbar Rafsanjani, mengajak mahasiswa untuk menjadikan nilai-nilai kesantrian sebagai sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan akademik dan bermasyarakat. Semangat santri diharapkan tumbuh dalam kesungguhan belajar, keberanian berinovasi, ketekunan berkarya, dan komitmen untuk mengabdi.

Menurut Akbar, semangat santri tidak hanya tercermin dalam upaya menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai keislaman, tetapi juga dalam kesungguhan menuntut ilmu, membangun karakter, serta memberikan kontribusi sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing.

Ia menilai, mahasiswa memiliki kesempatan besar untuk meneruskan perjuangan para ulama dan santri melalui dunia akademik, aktivitas organisasi, kreativitas, serta pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, peringatan Hari Santri hendaknya menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menerjemahkan nilai-nilai perjuangan santri ke dalam tindakan nyata.

“Semangat Hari Santri harus kita maknai sebagai dorongan untuk terus belajar, memperbaiki diri, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi sesama. Perjuangan para ulama dan santri harus kita lanjutkan dengan cara kita sebagai generasi muda, yakni melalui pendidikan, karya, dan pengabdian nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya kepada Tim LPP PW IPNU Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026).

Meneladani Perjalanan Dr. Babussalam, M.Pd., dari Kader IPNU hingga Meraih Predikat Wisudawan Terbaik Program Doktor

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda NU perlu memiliki keberanian untuk berproses, mengembangkan gagasan, serta menciptakan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat belajar yang menjadi ciri khas santri perlu berjalan beriringan dengan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, organisasi IPNU-IPPNU juga menjadi ruang strategis bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, memperluas wawasan, membangun solidaritas, serta belajar bertanggung jawab. Pengalaman berorganisasi diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga produktif menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menjelaskan bahwa proses kaderisasi harus menjadi bekal bagi kader untuk terus meningkatkan kualitas diri. Identitas sebagai kader NU, menurutnya, perlu diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, akhlak yang baik, semangat kebangsaan, dan kesediaan untuk berkhidmat.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat memperkuat semangat mahasiswa dan seluruh kader IPNU-IPPNU untuk terus berkarya, menjaga persatuan, serta menjadikan ilmu sebagai landasan dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Para ulama dan santri telah memberikan teladan perjuangan yang luar biasa bagi agama dan bangsa. Tugas kita sekarang adalah meneruskan perjuangan itu dengan ilmu, akhlak, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap masyarakat,” tuturnya.

Masa Depan Pelajar Terancam, PC IPNU Sumenep Minta Keseriusan Pemerintah Atasi Narkoba

Penulis : Rekan Machan