Jakarta, IPNU Jatim
Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) resmi meluncurkan logo, tema, serta lokasi pelaksanaan Kongres XXI IPNU dan Kongres XX IPPNU di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta.
Kongres kedua organisasi pelajar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26–30 November 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya tahapan persiapan yang lebih intensif menuju forum permusyawaratan tertinggi organisasi.
Ketua Organizing Committee (OC) Kongres XXI IPNU, Andre Saputra, menyampaikan bahwa peluncuran logo dan tema bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi seluruh elemen organisasi menjelang pelaksanaan kongres.
Menurutnya, kongres memiliki peran strategis dalam menentukan arah perjuangan organisasi, sekaligus menjadi ruang evaluasi, konsolidasi gerakan, dan perumusan gagasan untuk menjawab tantangan pelajar Nahdlatul Ulama ke depan.
“Kongres bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi, konsolidasi gerakan, perumusan gagasan, serta peneguhan komitmen untuk melahirkan generasi pelajar Nahdlatul Ulama yang berilmu, berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Andre menegaskan bahwa seluruh jajaran kepanitiaan harus semakin memperkuat koordinasi dan mematangkan persiapan, baik di tingkat pusat maupun wilayah hingga tingkatan organisasi di bawahnya.
Sementara itu, Ketua OC Kongres XX IPPNU, Rosalia, menjelaskan bahwa persiapan kongres telah melalui sejumlah tahapan, termasuk koordinasi dengan pihak tuan rumah, pimpinan wilayah, serta pemerintah daerah setempat.
Ia berharap pelaksanaan kongres tidak hanya menjadi tanggung jawab Pimpinan Pusat, tetapi juga menjadi agenda bersama seluruh kader IPNU IPPNU, baik di Indonesia maupun luar negeri.
“Kongres, baik IPNU maupun IPPNU, tidak hanya menjadi hajat Pimpinan Pusat, melainkan menjadi hajat dan amanah besar untuk seluruh kader dan anggota IPNU IPPNU se-Indonesia,” ujarnya.
Rosalia juga mengajak seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari pimpinan wilayah hingga pimpinan ranting dan komisariat, untuk turut menyemarakkan kongres melalui berbagai karya, publikasi, serta sumbangan gagasan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPNU, Muhammad Agil Nuruz Zaman, menegaskan bahwa kongres harus dimaknai sebagai momentum memperkuat soliditas organisasi, bukan semata-mata ajang pergantian kepemimpinan.
Menurutnya, setiap periode kepengurusan memiliki tantangan yang berbeda sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi untuk merumuskan langkah yang lebih baik.
“Kongres adalah sebuah ajang untuk konsolidasi organisasi. Kapan lagi kita se-Indonesia berkumpul dalam satu tempat, saling bertukar pikiran dan berbagi cerita mengenai kondisi organisasi di masing-masing daerah,” tuturnya.
Agil menilai forum kongres menjadi kesempatan penting bagi seluruh kader untuk mempertemukan gagasan, mengevaluasi program kerja, serta memperbarui semangat perjuangan organisasi.
Ia juga mengajak seluruh peserta menyambut kongres dengan semangat kebersamaan, rasa saling memiliki, dan komitmen memperkuat organisasi.
“Yang dibutuhkan IPNU hari ini adalah soliditas untuk pengembangan organisasi yang lebih baik lagi. Yang baik dilanjutkan, yang kurang baik dibenahi, dan yang belum ada diadakan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum PP IPPNU dalam sambutannya memperkenalkan tema Kongres XX IPPNU, yakni “Pelajar Putri Meneguhkan Nilai dan Menguasai Zaman.”
Tema tersebut mencerminkan komitmen IPPNU dalam memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus mendorong pelajar putri agar mampu menghadapi perkembangan zaman.
Menurutnya, kongres harus menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi pelajar, termasuk tantangan pendidikan, kekerasan, keamanan lingkungan belajar, serta isu lingkungan hidup.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan gagasan dan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan pelajar di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
“Apa yang bisa dibawa ke kongres? Ide dan gagasan rekan-rekanita harus disiapkan. Apa yang menjadi gagasan kita semua, ayo dibawa untuk kongres, yang tidak hanya untuk pergantian ketua,” pesannya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh kader agar menjadikan kongres sebagai ruang musyawarah yang sehat, demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Pelaksanaan Kongres XXI IPNU dan Kongres XX IPPNU di lingkungan pesantren juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali akar gerakan organisasi yang tumbuh dari lingkungan pendidikan dan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama.
Melalui peluncuran logo, tema, dan lokasi kongres ini, PP IPNU IPPNU mengajak seluruh kader untuk berpartisipasi aktif menyukseskan agenda organisasi tersebut.
Kongres mendatang diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan gagasan strategis, memperkuat konsolidasi, serta menentukan arah gerakan IPNU IPPNU dalam menjawab tantangan pelajar dan perkembangan zaman.
Pewarta : Rekan Robet

