IPNU Jatim Dorong Pelajar Bangun Jiwa Wirausaha melalui Empowering The Economy Workshop

Batu, IPNU Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menggelar Empowering The Economy Workshop di Aula Among Tani, Kota Batu, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan dan membangun mental mandiri di kalangan pelajar Nahdliyin.

Ali Ahmad selaku narasumber mengatakan bahwa pelajar harus mampu memanfaatkan berbagai program pemerintah sebagai peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kapasitas diri.

“Dunia bisnis tidak selalu berjalan mulus. Kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus dijalani dengan penuh kesabaran dan keteguhan spiritual.

Rapat Triwulan II, PAC IPNU-IPPNU Bungah Perkuat Turba dan Tata Kelola Organisasi

Menurutnya Jatuh dalam bisnis adalah ujian. Sebagai umat muslim, kita harus terus mengingat Allah SWT. Yakinlah bahwa Allah pasti memberikan jalan terbaik bagi hambanya. Karena itu, jangan pernah meninggalkan shalat.

“Semuanya kembalikan kepada Allah karena pemilik segala isi yang ada di alam semesta,” terangnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dalam usaha dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya pemahaman terhadap birokrasi, mentalitas yang kuat, pengalaman praktis, dan kemampuan membangun relasi.

Sementara itu, Dewan Pembina LPNU, Nanang Suherman, membagikan kisah perjuangannya dalam merintis usaha. Ia mengaku pernah berjualan koran sebelum akhirnya berhasil membangun bisnis kuliner.

“Definisi bisnis itu sederhana, yaitu bagaimana kita berani memulai dan terus bertahan,” katanya.

Berjuta Pena Rayakan Harlah Ke-5 Lewat BPLF 2026, Perkuat Semangat Literasi Kader dan Generasi Muda

Nanang menegaskan bahwa kunci utama dalam berwirausaha adalah konsistensi. Menurutnya, konsisten berarti mampu mengalahkan rasa malas dan terus bergerak meskipun menghadapi berbagai tantangan.

“Tidak ada strategi yang lebih penting daripada konsistensi. Konsisten adalah harga mati,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan peserta untuk membangun motivasi yang kuat, terutama dari keinginan untuk membahagiakan orang tua.

“Cari motivasi dari ayah dan ibu. Jangan sampai kita membiarkan mereka harus antre BPJS karena kita belum mampu membantu. Bangun motivasi untuk terus berjuang,” tuturnya.

Disisi lain Debuti Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koprasi Destry Anang Sari, menyampaikan bahwa Indonesia masih kekurangan jiwa entrepreneur.

PR IPNU-IPPNU Wringinanom dan Santri Al-Hikam Gelar Gempita Pandawa, Tanamkan Nilai Qur’ani dan Budaya Lokal

Menurutnya, entrepreneurship bukan sekadar menjadi pengusaha, melainkan membangun pola pikir kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang.Ia menambahkan, setiap kegagalan harus dijadikan bahan evaluasi agar seseorang mengetahui kekurangan dan kelebihan dirinya.

“Kalau jatuh, catat semua yang telah dilakukan. Dari situ kita akan tahu apa yang harus diperbaiki untuk melangkah lebih baik,” pungkasnya.