PW IPNU Jawa Timur Serukan Moderasi Beragama dan Anti Kekerasan Pasca Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Surabaya, IPNU Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. PW IPNU Jawa Timur turut berduka atas luka, ketakutan, dan kekhawatiran yang dialami para siswa, guru, serta keluarga besar sekolah tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan pendidikan karakter di kalangan pelajar harus terus digelorakan secara nyata dan berkelanjutan.

Dalam pandangan PW IPNU Jawa Timur, insiden seperti ini tidak hanya terkait dengan aspek teknis keamanan, tetapi juga menyentuh dimensi pembentukan cara berpikir dan beragama generasi muda. Nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang diwariskan para ulama salafus shalih perlu ditanamkan dengan pendekatan yang bijak, santun, dan penuh kasih sayang. Hal ini sejalan dengan pesan Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin: “العلم بلا أدب كنار بلا حطب”Ilmu tanpa adab ibarat api tanpa kayu bakar. Artinya, ilmu pengetahuan tanpa disertai budi pekerti dan akhlakul karimah dapat membawa manusia kepada kerusakan, bukan kemaslahatan.

PW IPNU Jawa Timur menegaskan bahwa moderasi beragama—tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal—bukan sekadar jargon, melainkan jalan tengah yang menjadi ruh keislaman bangsa Indonesia. Sejalan dengan program Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tentang penguatan wawasan kebangsaan dan pencegahan radikalisme, IPNU berkomitmen menjadi garda terdepan dalam membumikan semangat Islam yang damai, inklusif, dan kontekstual di kalangan pelajar dan santri.

Sebagaimana ditegaskan dalam Ta’lim al-Muta’allim, “من لم يذق مر التعلم ساعة، تجرع ذل الجهل طول حياته”Barang siapa tidak merasakan pahitnya belajar sesaat, maka ia akan menelan kehinaan kebodohan sepanjang hidupnya. Ungkapan tersebut menjadi pedoman bahwa pendidikan sejati harus menumbuhkan kerendahan hati, saling menghormati, serta semangat belajar dalam kebersamaan, bukan melahirkan arogansi, kekerasan, atau bahkan radikalisme.

Dalam konteks sosial generasi Z saat ini, PW IPNU Jawa Timur juga menyoroti meningkatnya kasus bullying, kekerasan verbal, serta penyebaran ide-ide ekstrem di dunia digital. Sebagai bagian dari generasi tersebut, pelajar NU harus tampil sebagai pionir dalam membangun budaya literasi digital yang santun, menolak ujaran kebencian, dan mengedepankan prinsip tabayyun sebelum menyebarkan informasi.

IPNU IPPNU UPI Sumenep Gelar Lakmud Upaya Cetak Kader Berintegritas

PW IPNU Jawa Timur mengajak seluruh pelajar dan santri di Indonesia untuk meneguhkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan sekolah, madrasah, kampus, dan pesantren; aktif menjadi agen perdamaian serta anti-bullying di dunia nyata maupun dunia maya; menghidupkan kembali tradisi keilmuan pesantren dan kajian kitab kuning yang mengajarkan adab, kasih sayang, serta kehati-hatian dalam bertindak; serta mendukung seluruh program pemerintah dalam pencegahan radikalisme dan penguatan karakter kebangsaan.

PW IPNU Jawa Timur menegaskan bahwa pendidikan dan pembinaan akhlak merupakan jalan utama dalam membangun bangsa yang damai dan beradab. Dengan semangat hubbul wathan minal iman dan prinsip “المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح”memelihara nilai lama yang masih baik dan mengambil hal baru yang lebih baik — PW IPNU Jawa Timur siap berdiri di garis terdepan untuk menjaga marwah pelajar Indonesia dari ancaman kekerasan dan ideologi sesat.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayah, keselamatan, dan kedamaian bagi seluruh anak bangsa.