Probolinggo, IPNU Jatim
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo. Kyai Abdul Ghoni Baidowi, pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Kecamatan Bantaran, wafat pada usia 75 tahun. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 30 Juli 2025.
Lahir pada 1 Juli 1950, Kyai Abdul Ghoni Baidowi dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Muta’allimin Kropak Bantaran. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai ulama karismatik, tetapi juga pelopor pergerakan pelajar NU di kawasan Bantaran.
Pada tahun 1979, di usia 29 tahun, beliau dipercaya menjadi ketua pertama IPNU Bantaran. Kiprah beliau dalam memperkuat eksistensi IPNU di tengah masyarakat tak lepas dari berbagai program yang beliau inisiasi, seperti ta’aruf pelajar NU, pembentukan ranting IPNU, hingga Tablig Akbar yang rutin digelar di kediamannya.
Selepas masa kepemimpinan formal di IPNU, Kyai Baidowi tetap aktif membina kader muda NU. Bahkan, beliau turut mempelopori pembentukan IPPNU di wilayah tersebut serta menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) di pondok pesantrennya.
“Beliau adalah sosok sederhana, ramah, dan sangat istiqamah dalam memperjuangkan Ahlussunnah Wal Jama’ah serta nilai-nilai ke-NU-an,” tutur salah satu anggota PC IPNU Kabupaten Probolinggo.
Kepergian Kyai Baidowi meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga besar NU di Probolinggo, tetapi juga bagi ribuan santri dan kader IPNU–IPPNU yang pernah beliau bimbing.
Meski raganya telah tiada, jejak perjuangan dan keteladanan Kyai Abdul Ghoni Baidowi akan terus hidup dalam semangat kader-kader muda NU yang meneruskan estafet perjuangan beliau.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal baik beliau, mengampuni segala kekhilafan, dan menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya.
Al-Fatihah.
Pewarta: Agus Budi Cahyono (PC IPNU Kabupaten Probolinggo)

