Covid-19 tak hanya membuat berhentinya roda ekonomi akan tetapi juga roda organisasi. Organisasi pelajar Nahdlatul Ulama yakni IPNU IPPNU tak luput dari dampaknya. Susunan progam kerja yang sudah disusun secara matang pun terancam berubah total mengingat setiap kegiatan IPNU IPPNU selalu melibatkan orang banyak. Meskipun sudah di mulai adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau New Normal akan tetapi tak boleh menjadikan ini sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan organisasi secara normal kembali. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang menyentuh 1000 orang per hari menjadi pengingat untuk tidak serta merta mengabaikan protokol kesehatan apabila ingin memulai kegiatan rutinan seperti tahlilan, diba’an, khataman maupun kegiatan yang memerlukan massa banyak.

Beberapa rekan-rekanita di berbagai daerah mensiasati perubahan progam kerja tatap muka menjadi daring dari awal himbauan #dirumahsaja. Akan tetapi hampir setiap hari mungkin seminar online atau diskusi online menjadi makanan. Bosan menjadi hal yang wajar mengingat tidak adanya variasi kegiatan serta tidak adanya interaksi yang seru bila bertemu. Penurunan minat untuk berkegiatan menjadi jaminannnya bila pengurus atau anggota tidak memiliki cara agar tetap menjaga ghirrah atau semangat berkhidmah.

Adanya pandemi juga membuat setiap tingkat kepengurusan dari ranting hingga pusat berinovasi untuk membuat kegiatan yang unik dan menarik. Tentunya hal ini baik mengingat inovasi menjadi pertanda bahwa organisasi tersebut mengikuti perkembangan zaman. Sosialisasi dan arahan menjadi kunci agar komunikasi setiap tingkat kepengurusan tetap menjalankan roda organisasi dengan baik.

Nah, melihat banyaknya seminar atau diskusi yang online-online mungkin membuat jenuh. Berikut merupakan usulan atau ide yang bisa rekan-rekanita terapkan untuk mengisi masa transisi dan tetap mengikuti anjuran pemerintah.

  1. Membuat Challenge Kreatif

Hal ini juga seru sekaligus mewadahi keluh kesah atau ekspresi yang perlu di apresiasi. Ide ini didasari oleh makin banyaknya anak muda yang kreatif di media Tik Tok atau Instagram. Loh kan nanti menunjukkan aurat atau bakal jadi aneh?. Ini bisa di inisiasi dengan ciri khas IPNU seperti menyanyikan mars dengan cara unik atau membuat hal hal seru yang ada di IPNU IPPNU seperti kenangan kegiatan atau hal yang menyenangkan di IPNU IPPNU. Selain mewadahi juga menjadi sarana kaderisasi dan untuk menarik anggota bahwa anak IPNU IPPNU ndak suwung bahasa anak sekarang.

  1. Menghubungi Secara Personal Anggota

Komunikasi adalah hal penting di setiap kegiatan ataupun organisasi. Keterbatasan waktu dan  kondisi menjadikan telepon daring melalui media sosial menjadi asyik dan menyenangkan. Kan sama aja nih jadinya daring juga? Eh, tapi beda ini salah satu cara pendekatan yang mungkin perlu diadakan. Lah wong di ajak kegiatan aja nggak bisa hadir gimana mau nelfon. Ya mungkin dengan cara persuasif menelepon dan menanyakan kabar menjadi hal yang membuat nyaman dan tertarik untuk menyampaikan keluh kesah permasalahan ke anggotaan atau ketidakhadiran.

  1. Membuat Kelompok Belajar di Lingkungan Sekitar.

Kegiatan ini diperuntukkan agar rekan rekanita bisa bersosialisasi sekaligus berbagi ilmu kepada anak kecil tetangga kita. Salah satu upaya yang mungkin sepele tapi berdampak besar. Anggota IPNU IPPNU harus dekat dengan masyarakat dan berbagi ilmu dengan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan oleh KH. Tolhah Mansur Ketua Umum Pertama IPNU. Nah kan jadi mungkin ini saat nya untuk berbagi ilmu atau bahkan membantu adek adek kecil di lingkungan tetangga kita.

Sebenarnya masih banyak ide gila lainnya akan tetapi kita masih di batasi oleh kondisi. Mari bersama-sama untuk tetap ber khidmah di IPNU IPPNU. Bukan gelar, jabatan atau uang yang kita kejar tapi barokah yang menjadi tujuan kita. Semoga perjalanan dan perjuangan rekan-rekanita yang saat ini menjadi pengurus menjadi amal baik yang bermanfaat bagi sekitar. Salam Berjuta (Belajar, Berjuang, dan Bertakwa).

Moch. Taufiq Zulmanarif – PAC IPNU Trowulan dan Alumni PKPT IPNU Universitas Brawijaya Malang

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.