Ruh Kaderisasi Menggeliat di Ponorogo

Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Ponorogo, seakan menjadi saksi bisu dari embrio lahirnya kembali kejayaan kaderisasi IPNU di Jawa Timur. Hal ini bisa dilihat dari terealisasinya LATPEL Seluruh Kordinator Daerah (KORDA) perdana yang dilaksanakan di KORDA Madiun. Kegiatan yang bertemakan “Mengembalikan Ruh Pengkaderan, sebagai Turbin Perubahan” ini tak pelak melahirkan asa organisasi yang tahun-tahun akhir ini mengalami degradasi. Mengingat bahwa IPNU adalah suplyer kader NU era mendatang,  “maka menjadi sebuah keniscayaan, untuk melihat kejayaan dan kemajuan NU kedepan kita harus membangun dan mengkader IPNU mulai dari sekarang”, sebuah perkataan yang diungkapkan oleh Gus Afton Ilman Huda yang menjadi salah satu pelatih di event kali ini.

Kesuksesan Latihan Pelatih ini, memang tak lepas dari komitmen dua serangkai yang menjadi turbin motivasi dalam melejitkan ghiroh kaderisasi IPNU Jawa Timur untuk Masa Khidmad 2012-2015 ini. Keduanya adalah Imam Fadli dan Haikal Atiq Zamzami. Cak Imam (panggilan akrab rekan Imam Fadli) selaku ketua Umum PW IPNU Jatim  menegaskan bahwa dalam tampuk kepemimpinannya kali ini, mengatakan bahwa Kaderisasi akan dijadikan Ujung Tombak perjuangan IPNU Jawa Timur kedepan. Komitmen ketua umum yang laihir di Lamongan ini, segera diamini oleh Haikal Atiq Zamzami selaku maestro Kaderisasi IPNU Jatim dengan mengadakan LATPEL seluruh korda di Jawa Timur. Sebuah program yang ideal karena dilaksanakan secara beruntun serta berkala dengan tidak melupakan asas fleksibelitas, efisiensi, kordinasi serta partisipasi aktif dari seluruh anggota IPNU yang berdomisili di Jawa Timur.

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah, kenapa kaderisasi yang dioptimalkan? sebenarnya, seberapa besar andil kaderisasi dalam menjamin kemajuan IPNU ke depan?

Kita tahu dan sadar, bahwa seberapa hebat dan maju sebuah organisasi tapi jika tidak menyiapkan kader-kader handal untuk meneruskan estafet pola perjuangan dan pergerakan organisasi tersebut, maka menjadi konsekuensi logis, organisasi itu akan menunggu badai kematian menghampirinya. Sehingga, upaya penyiapan  kader-kader ideal dalam hal ini menjadi sebuah kebutuhan dasar untuk menyiapkan pula pelatih-pelatih dan konseptor-konseptor handal bidang pengkaderan. Wal hasil, pada posisi seperti inilah kenapa LATPEL perlu digalakkan kembali dalam rangka mengisi serta menumbuh kembangkan kader-kader militan diseluruh Jawa Timur. Sehingga, dengan pelatihan ini mampu melahirkan semut-semut dan rayap-rayap kecil didaerahnya masing-masing untuk memperjuangkan Islam yang ramah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang keberadaannya dewasa ini kian terancam.-(W.EKA.W)-

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.