IPNU IPPNU Sumenep

Sumenep – Peringatan hari santri di masa pandemi sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Banyak cara yang dilakukan kaum santri untuk mengurangi kerumunan di momen yang penuh bersejarah ini. Seperti halnya pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep mengunjungi Mapolres Sumenep demi mewujudkan kota keris sebagai kota yang dipenuhi akhlak santri dan pengamalan ilmunya, Kamis (22/10).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Darman. Beliau menyampaikan beberapa hal terkait dengan kondisi dan harapan kepada pelajar NU yang notabene dari kalangan santri. Menurut pandangannya, menjadi santri adalah pilihan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan. Semua orangtua berharap bisa memasukkan putra-putrinya ke pesantren agar lebih tertanam norma-norma kehidupan yang lebih baik.

“Menjadi santri harus adaptif dan peka terhadap perkembangan zaman. Di era saat ini banyak kita temukan kalangan santri memiliki peran penting baik di pemerintahan maupun lingkungan masyarakat. Saya ucapkan “Selamat Hari Santri buat adik-adik IPNU- IPPNU dan para santri lainnya khususnya yang ada di Sumenep,” imbaunya dengan berapi-api.

AKBP Darman sapaan akrabnya menegaskan, bahwa santri harus menjadi teladan dan pelopor, makanya pergaulan yang tidak baik seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi, pergaulan bebas dan semacamnya juga menjadi tugas bersama di masyarakat. Banyak aksi demo yang berakhir anarkis di kota-kota besar. Dan ini jangan sampai terjadi di Sumenep, karena seluruh pelajar dan mahasiswa mayoritas dari kalangan santri. Identitas santri adalah menggunakan bahasa yang santun dan bijak kepada siapapun itu.

Beliau mengajak untuk bersama-sama mendoakn  doakan Sumenep agar menjadi kota yang aman dan terwujudnya tradisi kepesantrenan di kalangan masyarakat. “Sekarang anak saya juga nyantri, karena santri itu favorit. Dan saat ini para orangtua dilingkungan kami berbondong-bondong memasukkan anaknya ke pesantren yang sampai detik ini memberikan konstribusi terhadap perkembangan bangsa melalui pendidikan karakternya,” terangnya.

Di akhir pengarahannya beliau menegaskan bahwa pesantren NU memiliki peran dan kontribusi yang besar bagi bangsa ini. Kaum sarungan harus bisa mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan oleh para kiai dan aplikasikannya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Di kesempatan yang berbeda, Zaynollah menyambut baik sikap Kapolres Sumenep dalam mewujudkan identitas Sumenep sebagai kota santri. Ketua PC IPNU Sumenep tersebut menjelaskan bahwa IPNU-IPPNU sebagai organisasi yang beranggotakan santri siap untuk bersinergi dan membentuk karakter kadernya dengan akhlak yang karimah.

“Di momentum Hari Santri ini kami menyambut baik inisiatif Kapolres beberapa waktu lalu untuk mengembalikan Sumenep sebagai kota santri dan mendukung dan mewujudkan akhlak kadernya santun dan berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.

Acara diparipurnai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kapolres Sumenep.

Pewarta: Ainul Yakin (PC IPNU Sumenep)

Editor: Faqih Muhammad

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.