Tak sedikit yang memperbincangkan tentang Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT), Sebuah nama yang baru di kalangan mahasiswa Indonesia pada umumnya.

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) adalah sebuah nama tingkatan kepengurusan Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama yang berada di lingkup Perguruan Tinggi, sebagaimana atas dasar khittah perjuangan IPNU/IPPNU yang terfokus pada Pelajar, Santri dan Mahasiswa. Sejatinya PKPT adalah bukan sebuah organisasi melainkan tingkat kepengurusan dibawah Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU yang berada di kampus, setara dengan Pimpinan Anak Cabang yang menaungi se-kecamatan.

Secara status PKPT IPNU/IPPNU adalah sebuah wadah pengkaderan IPNU/IPPNU yang berada dalam lingkup kampus dengan senantiasa menanamkan serta memperjuangkan ajaran serta tradisi ahlussunnah waljamaah an-nahdliyah. Jadi, mahasiswa yang bergabung di PKPT sama halnya seperti anggota atau kader IPNU/IPPNU pada umumnya.

PKPT IPNU/IPPNU juga memikul tugas sangat berat yang secara tidak langsung harus melindungi para mahasiswa NU agar tidak termakan oleh pemikiran bersifat radikalisme yang saat ini banyak kasus radikalisme tak menuntut kemungkinan bahwa pelakunya berasal dari kalangan mahasiswa.

Dalam perjalanannya keberadaan PKPT menuai banyak kritik dari Mahasiswa NU maupun dari kader IPNU/IPPNU itu sendiri, juga tidak terlepas dari kritik terhadap pola pengkaderannya sejauh ini. Lebih tepatnya pengkaderan formal yang ada di IPNU/IPPNU. Kaderisasi yang ada di IPNU/IPPNU terdiri dari Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA), Latihan Kader Muda (LAKMUD), dan Latihan Kader Utama (LAKUT) sesuai kemampuan kondisi yang ada di wilayah setempat.

Selama ini, dan sejauh mana peran PKPT yang ada di kampus negeri maupun Swasta jenjang kaderisasinya yang diperbolehkan masih mentok di MAKESTA, meskipun juga ada yang pernah mengadakan pengkaderan LAKMUD itupun juga menuai kritik dari berbagai tingkat pengurus yang ada di IPNU/IPPNU. Bermutu atau tidaknya anggota yang murni dari lahirnya pengkaderan di PKPT tergantung pada proses pengkaderan dia di komisariat tersebut. Terlebih persaingan dari kalangan ormek lainnya yang menguji kualitas presentasi dari PKPT IPNU/IPPNU.

Agar terciptanya Kader yang mempunyai daya saing yang kuat dan berkualitas, PKPT harus mampu mewujudkan tradisi akademis yang kondusif untuk pengembangan kapabilitas serta mentalitas kader.

Selain kaderisasi formal, PKPT harus mempunyai kegiatan-kegiatan seperti contohnya penguatan literatur agar kualitas dari kader tersebut dapat teruji dengan baik dan kegiatan yang lainya yang memberi nilai unggul untuk organisasi.

Oleh: Rekan Rozy (alumni PKPT IPNU IPPNU STAI Attanwir Bojonegoro)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.