Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) setiap tanggal 22 Oktober dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan oleh para ulama.

Peringatan kali ini terasa berbeda karena digelar di tengah pandemi Covid-19. Meskipun demikian, pandemi tidak menjadi halangan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Kecamatan Mojowarno untuk mengadakan kegiatan peringatan tersebut.

Berbagai kegiatan yang berlangsung selama memperingati hari santri nasional pada hari Ahad (25/10) di Yayasan Najatud Daroini Desa Gedangan. sebagaimana disampaikan oleh ketua PAC IPNU Mojowarno yang kerap disapa Imam Safi’i mengatakan ada beberapa acara yang digelar pada peringatan ini.

“Pada peringatan hari santri kali ini terdapat berbagai acara yang harus kita jalankan yaitu dipagi hari kita Napak Tilas ke Muassis NU Mojowarno serta para pejuang-pejuang IPNU IPPNU, sianganya dilajutkan Pelantikan serentak 19 Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU se Mojowarno dengan perwakilan Ketua dan Sekretaris, lalu malamnya ada Gema Santri Bersholawat yang mana acara tersebut sebagai puncak kegiatan ini” jelasnya

Dia juga mengatakan kegiatan ini bertemakan Khittoh Santri Untuk Negri Dimasa Pandemi merupakan transformasi sebagai rasa semangat untuk mengadakan kegiatan ini “ HSN Kali ini kita mengusung tema Khittoh Santri Untuk Negri Dimasa Pandemi yang berarti kita sebagai santri diharuskan untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi-tridisi di negri ini agar tetap wutuh meski ditengah pandemi jangan ada kata untuk putus dari tradisi maupun berbagai kegiatan yang selama ini telah berlangsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di era new normal” kata imam yang juga seorang santri di daerahnya

Sementara itu, Usman Hasan selaku Ketua MWC NU Mojowarno dalam sambutanya menyampaikan nikmatnya berjuang di NU terutama bentuk perjuangan para pemuda-pemuda untuk mempertahankan tradisi NU sebagaimana santri kala itu pada Fatwa resolusi jihad tersebut berhasil mengobarkan api semangat perjuangan umat Islam dalam melawan penjajah dan akan mati sahid bila gugur dalam perjuangan. “luar biasanya nikmat perjuangan di NU jangan sampai para pemuda putus untuk berjuang di NU” tuturnya

Harapan usman terhadap seluruh Pelajar NU Mojowarno terutama pada tingkat Pimpinan Komisariat yang telah dilantik agar selalu berprestasi. “Harapan saya untuk IPNU IPPNU Mojowarno agar berprestasi minimal di Madrasahnya dengan membuka wawasan dan meningkatkan kompetensi” pungkasnya

Kontributor : Ana Fitriana

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.