Sowan ke Tebuireng, PW IPNU Jatim Diingatkan Pentingnya Adab dalam Menuntut Ilmu

Jombang, IPNU Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menggelar Sowan dan Istighosah di Masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (22/08/2026).

Dalam kesempatan tersebut, KH Agus Abdul Mughni IV Pesantren Tebuireng menekankan pentingnya adab bagi seorang pencari ilmu. Menurutnya, keluasan pengetahuan harus selalu diiringi dengan adab sebagaimana telah dicontohkan para muassis Nahdlatul Ulama.

“Adab itu adalah fitur tertinggi dalam menuntut ilmu dan itu kita sepakati bersama. Para muassis kita sudah mencontohkan adab, tinggal kita pelajari dan kita tiru,” ujarnya.

KH Agus kemudian menceritakan keteladanan para pendiri NU dalam menjaga adab kepada guru. Salah satunya ditunjukkan KH Abdul Wahab Hasbullah setelah wafatnya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Menurutnya, Kiai Wahab tidak berkenan menerima gelar yang sebelumnya disematkan kepada KH Hasyim Asy’ari sebagai bentuk penghormatan kepada sang guru.

Konser Amal dan Pelantikan PC IPNU-IPPNU Ngawi, Teguhkan Komitmen Toto, Tatag, Tutug

“Setelah KH Hasyim Asy’ari wafat, Kiai Wahab tidak mau menerima gelar tersebut. Gelar tersebut hanya diperuntukkan untuk Mbah Hasyim, guru saya,” tuturnya.

Sikap serupa, lanjutnya, juga ditunjukkan KH Hasyim Asy’ari. Ia menjelaskan bahwa pendiri Pesantren Tebuireng tersebut pada awalnya tidak berkenan menyandang gelar Rais Akbar karena memandang gurunya, KH Kholil Bangkalan, lebih layak menerima gelar tersebut.

“Mbah Hasyim pun sebenarnya tidak mau disebut Rais Akbar. Beliau hanya mau gelar tersebut diberikan kepada gurunya, KH Kholil Bangkalan. Namun, berdasarkan hasil Muktamar, Mbah Hasyim diberi gelar Rais Akbar,” jelasnya.

Menurut KH Agus, keteladanan tersebut menunjukkan bagaimana para ulama terdahulu menempatkan penghormatan kepada guru sebagai bagian penting dalam perjalanan keilmuan.

“Karena hasil kesepakatan Muktamar beliau mau disebut Rais Akbar di NU. Ini namanya adab. Maka mari kita jalankan dan implementasikan di mana pun berada,” tegasnya.

XLSMART Buka 1.202 Peluang Kerja, PW IPNU Jawa Timur Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Kader

Ia pun mengingatkan kader IPNU agar tidak hanya mengejar keluasan pengetahuan, tetapi juga menjaga adab dalam setiap proses belajar dan berorganisasi.

“Setinggi apa pun ilmu pengetahuan jika tidak disertai adab, percuma. Maka adab harus dijaga,” katanya.

Lebih lanjut, KH Agus mengajak kader IPNU meneladani perjuangan KH Hasyim Asy’ari dalam membangun Pesantren Tebuireng. Pesantren tersebut didirikan pada 1899 dan berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam di Indonesia.

Ia menjelaskan, sejak awal berdiri, Pesantren Tebuireng tidak hanya menjadi tempat belajar bagi santri yang menetap di lingkungan pesantren. KH Hasyim Asy’ari juga membuka ruang pengajian bagi masyarakat umum.

“Sejak didirikannya pondok pesantren ini, siapa pun boleh ngaji di sini. Banyak sekali pengajian umum. Meskipun bukan santri, bisa mengaji ke masjid ini. Silakan dilihat jadwalnya,” ungkapnya.

Santri Mambaul Falah Bawean Resmi Dikukuhkan Jadi Anggota IPNU-IPPNU

Menurutnya, keterbukaan tersebut merupakan tradisi yang telah dibangun sejak masa KH Hasyim Asy’ari dan terus dipertahankan hingga saat ini.

“Sejak dulu Mbah Hasyim selalu membuka pengajian umum, bukan hanya untuk santri,” pungkasnya.