Sedikit Menahan Diri, Memberi Arti

IPNU Jatim

Beberapa hari terakhir, banyak orang membicarakan satu peristiwa. Ada yang mengulas, ada yang menghakimi, ada yang membuat kesimpulan, bahkan ada yang merasa paling memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Padahal sering kali kita hanya melihat potongan-potongan peristiwa. Mendengar dari potongan video. Membaca dari potongan berita. Lalu menyusun kesimpulan seolah kita hadir dan mengetahui seluruh prosesnya.

Sebagai santri, saya belajar bahwa tidak semua hal harus ditanggapi dengan komentar. Kadang cukup dipahami. Kadang cukup menjadi pelajaran. Kadang cukup didoakan.

Kita semua sepakat bahwa adab harus dijaga. Kita semua sepakat bahwa penghormatan kepada para kiai dan ulama adalah sesuatu yang tidak boleh hilang dalam keadaan apa pun. Cukup itu menjadi pegangan kita.

Sebab yang saya khawatirkan bukan hanya tentang siapa yang benar dan siapa yang keliru. Yang saya khawatirkan adalah ketika peristiwa terus disebarluaskan, dibahas tanpa ujung, dibumbui asumsi, lalu perlahan melahirkan pandangan yang tidak adil terhadap jam’iyyah yang telah dibangun dengan perjuangan para muassis dan ulama terdahulu.

IPNU IPPNU Sumenep dan Polres Satukan Langkah Cegah Kenakalan Remaja

Tidak semua yang kita ketahui harus diumumkan.
Tidak semua yang bisa kita komentari harus kita komentari.

Ada kalanya menahan diri adalah bentuk adab.
Ada kalanya diam adalah bentuk penghormatan.
Ada kalanya mendoakan jauh lebih bermanfaat daripada memperpanjang perdebatan.

Saya teringat dawuh yang pernah saya dengar:

“Penting untuk kamu memahami, jangan asal mengutarakan, atau bersikap, atau ngide.”

Karena memahami membutuhkan kedewasaan.
Sedangkan berkomentar, hari ini, bisa dilakukan siapa saja.

LAKMUD ISTIMEWA 2026 Resmi Ditutup, PKPT UPI Sumenep Gaungkan Semangat Kader Visioner

Semoga Allah menjaga para ulama, para kiai, dan jam’iyyah yang kita cintai. Dan semoga kita dijaga dari lisan maupun tulisan yang justru menambah keruh keadaan.

Bukankah tidak semua yang perlu diketahui harus disebarluaskan?

Sedikit menahan diri, kadang memberi arti.

Penulis : Idam Khalid (Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan PW IPNU Jawa Timur)

IPNU IPPNU UPI Sumenep Gelar Lakmud Upaya Cetak Kader Berintegritas

Artikel Terkait