Revitalisasi Ekosistem Kepemimpinan, PC IPNU-IPPNU Nganjuk Sukses Gelar LAKUT 2026!

Nganjuk, IPNU Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Nganjuk resmi menggelar Latihan Kader Utama (LAKUT) 2026. Kegiatan ini bertempat di Yayasan Al-Mar’atin, Kabupaten Nganjuk, yang berlangsung pada 21–24 Agustus 2026.

Mengusung tema “Revitalisasi Ekosistem: Menumbuhkan Pemimpin Madani yang Inklusif dan Adaptif”, LAKUT tahun ini menjadi sejarah tersendiri karena berhasil diselenggarakan kembali setelah sempat vakum selama kurun waktu lima tahun di Kabupaten Nganjuk.

Melalui proses panjang, mulai dari pendaftaran, webinar, hingga screening substansi yang diikuti 50 pendaftar, sebanyak 29 peserta dinyatakan lolos. Komposisi peserta terdiri dari 16 Rekan (IPNU) dan 13 Rekanita (IPPNU).

Bukan hanya diikuti oleh kader internal dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Nganjuk, LAKUT Nganjuk 2026 juga mendapat antusiasme dari kader luar daerah. Delegasi eksternal turut hadir dari PC IPNU Kabupaten Blitar, PC IPNU Kota Kediri, PC IPPNU Kota Blitar, PC IPNU Kabupaten Kediri, PC IPNU Sampang, PC IPNU-IPPNU Tulungagung, PC IPPNU Bojonegoro, PC IPNU Jombang, dan PC IPNU Lamongan.

Seluruh peserta resmi diserahkan oleh panitia pelaksana kepada Tim Kaderisasi PW IPNU-IPPNU Jawa Timur untuk ditempa dan digembleng selama empat hari.

Konser Amal dan Pelantikan PC IPNU-IPPNU Ngawi, Teguhkan Komitmen Toto, Tatag, Tutug

Pelaksanaan LAKUT 2026 ini juga diwarnai dengan pesan-pesan strategis dari para pimpinan dan tokoh NU.

Ketua PCNU Kabupaten Nganjuk, KH Dr. Drs. Muhammad Hasyim Afandi, M.Ag., menggarisbawahi bahwa salah satu kunci utama perjuangan kader adalah menjaga amaliah.

“Tanggung jawab panjenengan sebagai pengurus adalah memastikan bahwa diri Anda dan anggota IPNU-IPPNU betul-betul mengamalkan syariat Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Kelestarian Nahdlatul Ulama tergantung pada generasi-generasi seperti panjenengan semua. Kader utama harus berada di garda terdepan dan menjadi contoh nyata,” tegasnya.

Perwakilan PW IPPNU Jawa Timur, Rekanita Putri Naila Fadilatul Husna, menyampaikan apresiasi tinggi atas kebangkitan kaderisasi di Nganjuk yang dinilai mampu menuntaskan seluruh jenjang kaderisasi, mulai dari LATIN, LATPEL, hingga LAKUT.

“Forum LAKUT ini adalah Kawah Candradimuka. Ini merupakan pengkaderan tertinggi di tubuh IPNU-IPPNU. Tata kembali niat dan semarakkan semangat kalian, karena setelah keluar dari forum ini, panjenengan diproyeksikan menjadi kader pemimpin yang inklusif dan adaptif,” pesannya.

XLSMART Buka 1.202 Peluang Kerja, PW IPNU Jawa Timur Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Kader

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Nganjuk, Rekanita Deva, menekankan bahwa peserta yang hadir merupakan orang-orang pilihan yang harus mampu membawa dampak nyata bagi organisasi.

“Kader yang lahir dari LAKUT harus menjadi kader utama yang siap dan siaga berkontribusi lebih. Jangan sampai status kader utama hanya menjadi predikat, tetapi tunjukkan semangat dan khidmah yang jauh berbeda untuk keberlanjutan organisasi,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan LAKUT 2026 ini, PC IPNU-IPPNU Nganjuk menaruh harapan besar agar seluruh materi, pengalaman, dan penggemblengan yang didapat peserta selama pelatihan tidak berhenti di dalam forum semata.

Para alumni LAKUT diproyeksikan mampu menjadi penggerak utama di daerahnya masing-masing, siap merawat tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, serta melahirkan inovasi-inovasi gerakan yang inklusif dan adaptif demi kemajuan IPNU-IPPNU di masa depan.

Pewarta: Niska Yogi Noviana

Santri Mambaul Falah Bawean Resmi Dikukuhkan Jadi Anggota IPNU-IPPNU