Merawat Turots, Membangun Peradaban: Ikhtiar IPNU Jatim Menyambung Warisan Ulama

Surabaya, IPNU Jatim

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pelajar NU Kembali ke Turots (Kitab Kuning)” pada Selasa, (16/07/25), di Aula KH. Muhammad Bishri Sansuri, Gedung PWNU Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelajar NU dari berbagai kabupaten/kota, dengan tujuan menghidupkan kembali semangat keilmuan klasik melalui musyawarah kitab dan ngaji bandongan, sebagaimana tradisi pesantren yang diwariskan para ulama salaf.

Wakil Ketua Bidang Dakwah PW IPNU Jatim, Rekan Ahmad Ainur Roziq mengatakan bahwa merawat turots bukan sekadar nostalgia, melainkan jalan terang menuju peradaban. “Merawat turots adalah jalan untuk membangun peradaban. IPNU hari ini harus menjadi generasi penerus peradaban dengan menyambung sanad ilmu para ulama terdahulu,” tegasnya.

Kegiatan ini dibuka dengan Musyawarah Kitab Matan Ghoyah Wa Taqrib karya Abu Syuja’, yang difasilitasi oleh perumus dari PW LBMNU Jawa Timur, Kiai Fathul Qodir. Materi dimulai dari “Bab Thoharoh”, dibacakan oleh qari’ Rekan M. Wildan Zuhri dan dimoderatori oleh Rekan M. Alfin Rifqi. Musyawarah berlangsung interaktif karena antusiasme peserta yang aktif berdiskusi. “IPNU mengadakan kegiatan seperti ini membuat saya terenyuh, bersyukur, dan bangga, bahwa kader NU tidak meninggalkan tradisi para ulama,” ungkap Kiai Fathul Qodir dalam sesi penutupan dan doa.

Selain musyawarah, juga digelar ngaji kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah karya KH. Hasyim Asy’ari, dipimpin cicit beliau, KH. Variz Muhammad Mirza. “IPNU hari ini harus percaya diri dalam menjalankan program ngaji kitab dengan kemasan yang semenarik mungkin, karena dulu IPNU lahir itu ya dari para santri yang sangat kental akan tradisi merawat kitab kuning (turots),” ujar KH. Variz.

Ketua PW IPNU Jatim, Rekan Rafli Rifki Reza, menyebut kegiatan ini perlu ditindaklanjuti: “PW IPNU Jawa Timur hanya sebagai starter, selanjutnya perlu kita jalankan bersama program ini dengan PC IPNU se-Jawa Timur agar benar-benar bisa menyentuh akar rumput.” pungkasnya.

Sekretaris PW IPNU Jatim Apresiasi Ruang Kreativitas Dels Eksperimental bagi Pelajar NU Sidoarjo

Sebagai tindak lanjut, PW IPNU Jatim akan menginstruksikan setiap PC melaksanakan program serupa secara berkelanjutan. Bahkan, jika kajian kitab telah khatam, akan dilanjutkan dengan proses “sanadan” atau pemberian sanad keilmuan hingga ke penulis kitab. Hal ini merupakan ikhtiar sadar menyambung sanad kader NU hari ini dengan para ulama salaf.

Semangat nahdlatut turots (kebangkitan kitab kuning) yang dihidupkan IPNU Jatim ini menjadi bukti bahwa pelajar NU tetap teguh merawat warisan keilmuan demi menyulam peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pewarta : M. Alfin Rifqi