Aku Mendengar Orasi Bung Tomo

Pagi itu …

Matahari perlahan muncul

Dari tempat persembunyiannya

Aku mendengar dari kejauhan sana

Sebuah Orasi kemerdekaan

Aku Melihat Mahameru Menangis

Yang sangat melekat dihati kami para rakyat jelata

Yang hidup dengan kesengsaraan yang nyata

Oleh para penjajah yang tidak punya hati

Saat mendengar suaranyakami pemuda yang putus asa

Akhirnya terbakar kembali

Bahagianya Aku Menjadi Santrimu

Untuk membumi hanguskan para penjajah

Surabaya bergejolakAkan hati yang terbakar oleh merah putih dan biru

Yang berkibar di hotel yamato

Membangunkan hati yang diam

Menjadi satu amarah yang berkobar

Untuk turunkan bendera merah putih dan biru

Atas izin Kiai Hasyim As’ari Para pemuda khususnya para santri

Membludak menuju surabayaYang di ketuai oleh Bung tomo Dengan membakar lagi semangat para santri

Dengan kata kata yang magis

Menyerbu hotel yamato

Dengan penuh darah di sekitar jembatan merah

Para santri terus berjuang

Hingga jendral Mallaby terbunuh Dengan rasa bahagia dan duka

Melihat darah dan tulang syuhada illah

Terbayar dengan biru yang berkibar menjadi merah dan putih

Hingga kini merah dan putih itu akan terus berkibarBersamaan janji para pemuda Indonesia.

(Zainul Arifin)

Pasuruan, 14 Oktober 2025

Artikel Terkait