Alumni IPNU-IPPNU Kota Kediri Luncurkan Program Beasiswa bagi Kader

Kediri, IPNU Jatim

Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo mulai menyalurkan beasiswa pendidikan kepada kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), serta alumni di Kota Kediri. Penyerahan beasiswa dilakukan dalam kegiatan silaturahmi dan temu alumni di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Kediri, Ahad (28/06/2026).

Program tersebut menjadi wujud kepedulian para alumni terhadap keberlanjutan kaderisasi sekaligus dukungan agar kader muda Nahdlatul Ulama dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Beasiswa diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimmudin Thoha kepada para penerima. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya program beasiswa yang digagas para alumni IPNU-IPPNU untuk mendukung pendidikan kader.

Ketua Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo, Achmad Sidiq, mengatakan bahwa program beasiswa lahir dari kesadaran para alumni untuk kembali mengambil peran dalam proses kaderisasi.

Pelantikan PC IPNU–IPPNU Tulungagung 2025–2027 Usung Tema Home To Grow, Tegaskan Organisasi Jadi Wadah Bertumbuh

“Kami berasal dari rahim kader NU, sehingga memiliki tanggung jawab moral menyiapkan generasi penerus yang unggul, berilmu, dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurutnya, beasiswa tidak sekadar membantu biaya pendidikan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan kader NU yang mampu berkiprah sebagai akademisi, pemimpin, maupun profesional di berbagai bidang.

“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi untuk melahirkan lebih banyak pemimpin, akademisi, dan profesional dari kader NU,” katanya.

Pada tahap pertama, Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo menyalurkan satu beasiswa jenjang pascasarjana senilai Rp2,5 juta. Selain itu, lima mahasiswa jenjang sarjana masing-masing menerima bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta. Program tersebut direncanakan terus dikembangkan agar semakin banyak kader memperoleh kesempatan melanjutkan studi.

Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimmudin Thoha mengapresiasi inisiatif para alumni IPNU dan IPPNU yang menghadirkan program beasiswa bagi adik-adik kadernya. Menurutnya, kepedulian tersebut menunjukkan bahwa proses kaderisasi tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan masa kepengurusan di organisasi.

IPNU-IPPNU Kota Mojokerto 2025–2027 Resmi Dilantik: Siap Wujudkan Pelajar Kolaboratif, Progresif, dan Berdaya

“Saya pernah menjadi pembina alumni. Ini merupakan langkah perdana yang sebelumnya belum pernah ada dan ke depan akan memberikan manfaat lebih besar bagi adik-adiknya,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Qowim itu.

Ia berharap gerakan tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak kader muda Nahdlatul Ulama yang dapat mengenyam pendidikan tinggi dan kelak kembali mengabdi kepada masyarakat.

Sementara itu, penerima beasiswa pascasarjana, Abdul Hakim Halimi Alvenda, mengaku bersyukur atas hadirnya program tersebut. Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN Syekh Wasil Kediri itu menilai bantuan yang diterimanya bukan hanya meringankan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi amanah sekaligus motivasi untuk terus belajar dan berkhidmah di organisasi.

“Bagi saya, beasiswa ini bukan hanya soal bantuan biaya kuliah. Ada kepercayaan dari para alumni yang harus dijaga. Semoga ini menjadi awal lahirnya lebih banyak kader IPNU-IPPNU yang berani melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya.

Ia berharap program beasiswa Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kader. Menurutnya, semakin luas akses pendidikan bagi kader, semakin besar pula peluang lahirnya sumber daya manusia Nahdlatul Ulama yang siap mengabdi kepada organisasi, masyarakat, dan bangsa.

Rekan Rama Harumkan Nama Kandat, Raih Juara Panjat Tebing di Porprov Jatim

Editor : Mokh Faisol