Sidoarjo, IPNU Jatim
Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Korps Pelajar Putri (KPP) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo turut ambil bagian dalam aksi tanggap darurat atas musibah ambruknya bangunan musholla di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Aksi kemanusiaan ini mulai dilakukan sejak Selasa sore (30/9/2025), setelah tim CBP-KPP Sidoarjo menerima informasi dari pembina Tim Forest Sidoarjo, Jazulillah Arrois.
Menindaklanjuti hal tersebut, koordinasi segera dilakukan bersama tim Basarnas, khususnya untuk membantu penyediaan alat P3K guna tindakan pertolongan pertama bagi para korban di lokasi kejadian.
Komandan CBP Sidoarjo, Henry Achmad, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar di lapangan adalah mengatur kerumunan masyarakat yang tidak berkepentingan, karena dapat menghambat mobilitas relawan dan tim SAR.
“Namun, berbekal pelatihan dasar yang telah kami tempuh, anggota CBP-KPP cukup siap secara mental dan teknis menghadapi situasi darurat seperti ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Komandan Henry menyampaikan pesan kepada seluruh kader CBP dan KPP agar senantiasa membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan, meski saat ini belum terlihat urgensinya.
“Kesiapan mental dan kemampuan teknis harus terus diasah agar kader muda NU siap memimpin dan hadir saat umat membutuhkan,” ujarnya saat dikonfirmasi Tim Lembaga Pers dan Penerbitan (LPP) PW IPNU Jawa Timur, Rabu (1/10/2025).
Sementara itu, Komandan DKC KPP Sidoarjo, Andra Ananatasya menambahkan bahwa musibah ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang arti kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, saling menguatkan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.
Kepada seluruh relawan, CBP-KPP Sidoarjo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kecepatan dalam proses evakuasi dan penanganan korban. Ia juga mengajak lembaga-lembaga lain untuk terus bersinergi dan berkoordinasi, memberikan bantuan terbaik bagi para korban, keluarga, dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny.
“Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat ikatan persaudaraan antar sesama,” pungkasnya.
Pewarta : Maschan Yusuf

