IPNU Probolinggo Resmi Dilantik

Probolinggo,
Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur periode 2013-2015 resmi dilantik oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Wilayah IPNU Provinsi Jawa Timur, Setuaji, di Pesantren Al Khoiriyah Desa Kerpangan Kecamatan Leces, Ahad (2/3).

Sesuai hasil Konferensi Cabang (Konferensi) IPNU Kabupaten Probolinggo yang digelar di Pesantren Miftahul Ulum Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, Eko Cahyono dipercaya sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo menggantikan Rodi Nabillah.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Masrur Nashor, Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo Sholehuddin, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Leces Faisol Zaini dan keluarga besar Pesantren Al Khoiriyah.

“Saya berharap agar pengurus IPNU dan IPPNU di Kabupaten Probolinggo bisa terus berjuang demi masa depan pelajar di Kabupaten Probolinggo. Pesan saya, jangan pernah berputus asa untuk melakukan pengkaderan. Sebab kader-kader IPNU dan IPPNU inilah yang nantinya akan meneruskan perjuangan di NU pada masa yang akan datang,” ungkap Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Masrur Nashor.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PW IPNU Provinsi Jawa Timur Setuaji berharap agar pengurus IPNU yang baru dilantik mampu membina watak generasi muda melalui inovasi dan terobosan untuk kemajuan kaum pelajar di masa mendatang.

“Buatlah program kerja yang bermanfaat bagi pelajar di Kabupaten Probolinggo. Hal ini penting agar IPNU maupun IPPNU mampu melakukan pengkaderan dengan baik demi keberlangsungan organisasi NU di masa yang akan datang,” ujarnya.

Sedangkan Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono menegaskan bahwa dirinya bersama segenap pengurus akan berupaya untuk menjalankan amanah berdasarkan hasil konfercab IPNU Kabupaten Probolinggo dengan sebaik-baiknya. “Mohon dukungan semua pihak agar program kerja IPNU ke depan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi kaum pelajar,” tegasnya.

Terkait dipilihnya pesantren sebagai tempat pelantikan, Eko menegaskan bahwa hal itu dilakukan untuk mempertahankan tradisi IPNU yang lahir dari dunia pesantren. “IPNU itu lahir dari dan di pesantren. Karenanya kami memilih pelantikan ini di pesantren. Intinya, IPNU tidak bisa dipisahkan dari pesantren,” jelasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.