IPNU-IPPNU Jatim Cetak 33 Kader “SAR”

10 Jul 2012 11:11:36| Pendidikan/Pesantren | Penulis : Edy M Yakub / antara.com

 Surabaya – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Timur telah mencetak 33 kader “Search and Rescue” atau “SAR”.

“Mereka dididik dalam Pendidikan dan Pelatihan Kader Madya (Diklatmad) di Bumi Perkemahan Claket, Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada 6-9 Juli 2012,” kata Ketua PW IPNU Jatim Imam Fadlli di Surabaya, Selasa.

Ia menjelaskan Diklatmad yang dilaksanakan Lembaga Corp Brigade Pembangunan (CBP) IPNU dan Korp kepanduan Putri (KKP) IPPNU itu merupakan upaya membentuk watak pengabdian kader terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Pelatihan materi kebangsaan dan teknis penanggulangan bencana itu juga bertujuan menambah wacana dan membentuk watak kader dengan nilai-nilai pengabdian, sosial kemanusiaan, identifikasi problem organisasi dan masyarakat,” katanya.

Didampingi Koordinator/Komandan CBP Jaynal Abidin, Imam Fadlli yang juga Ketua DKW CBP Jatim menjelaskan pemateri yang menyampaikan antara lain Basarnas, PMI Jawa Timur, Kodim Trawas Mojokerto, PWNU Jawa Timur, dan Majelis Alumni IPNU Jawa Timur.

“Materinya antara lain pembangunan daerah, Konstitusi Negara, Komunikasi Massa, Manajemen Penanggulangan bencana, Leadership, Manajemen konflik, SAR, Navigasi, Survival, dan PBB (Pendidikan Baris Berbaris),” katanya.

Sementara itu, Kabid Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Jatim, Dr H Turmudzi SH MM MBA, mengatakan sejak Januari hingga Juli 2012 tercatat 18 korban tewas akibat bencana di Jawa Timur.

“Korban tewas itu antara lain diakibatkan tertimpa beragam bencana mulai banjir, tanah longsor, puting beliung serta erupsi Gunung Semeru,” katanya.

Ke-18 korban tersebut berasal dari berbagai wilayah Jawa Timur yang rawan bencana seperti Mojokerto, Lumajang, Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Ngawi, Jombang dan Jember.

“Di Jatim, sebesar 80 persen wilayahnya merupakan daerah rawan bencana dan 90 persen masyarakat tidak siap menghadapi bencana, apalagi bencana juga terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi. Kita telah membentuk 36 desa/kelurahan tangguh terhadap bencana,” katanya. (*)

 

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.