IPNU JATIM.OR.ID

Trenggalek- Ribuan pelajar dan santri memadati alun-alun Trenggalek guna melantunkan shalawat nabi dengan iringan group Jaljalut (Jama’ah Lintas Jalanan Satu Tujuan) Trenggalek. Lantunan shalawat baru berhenti begitu Gus Ghofur Maimoen menyampaikan taushiyah.

Gema shalawat yang dikemas dalam acara senandung shalawat dan doa untuk pelajar indonesia tersebut merupakan puncak acara dari rangkaian peringatan Harlah ke-62 IPNU dan IPPNU ke-61 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) Trenggalek Sabtu malam (5/2). Sebelumnya, organisasi pelajar NU itu sukses menggelar lomba catur usia SMP dan SMA se-Jawa Timur dan lomba da’i remaja Trenggalek.

Selain melantunkan shalawat, jama’ah yang kebanyakan seusia pelajar itu juga mendapatkan motivasi spiritual langsung dari KH Abdul Ghofur Maimoen Sarang.

Putra Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair tersebut mengangkat tema tentang kekuatan takut, bangga, dan cinta. Menurutnya, takut megandung kekuatan luar biasa. Buktinya seorang yang normalnya hanya kuat berlari dengan kecepatan 2 km/jam, ketika dikejar anjing, ia mampu berlari hingga 5 km/jam bahkan lebih.

Namun, kekuatan takut tersebut masih kalah dengan kekuatan bangga. Seseorang yang bangga terhadap sesuatu, ia akan meyakini bahwa sesuatu tersebut benar. Dan kekuatan bangga tersebut masih kalah dengan kekuatan cinta. Tatkala sesorang cinta terhadap sesuatu, ia tak hanya yakin bahwa sesuatu itu benar tetapi juga menyatu dalam jiwa dan raga. “Orang yang cinta kepada IPNU-nya, akan takut IPNU-nya terluka. Juga pasti akan bangga dengan IPNU-nya,” pungkas kiai yang akrab disapa Gus Ghofur.

Acara yang berlangsung hingga larut malam tersebut juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, Mas Emil dan Mas Ipin. Selain itu juga dari unsur DPRD, Polres, Kodim 0806, dan jajaran SKPD Kabupaten Trenggalek. Hadir juga Dewan Syuriah, Tanfidziyah, beserta Banom PCNU Trenggalek, serta segenap gawagis Trenggalek.

Ditemui seusai acara, Ketua IPNU Trenggalek Muhammad Bangkit menyatakan kepuasannya atas kesuksesan penyelenggaraan acara. “Kami melihat remaja khususnya pelajar di Trenggalek banyak yang cinta sholawat. Makanya puncak acara Harlah IPNU dan IPPNU tahun ini kami kemas dalam format ngaji sekaligus sholawatan seperti ini. Dan seperti yang disampaikan Mas Emil (Bupati Trenggalek, red) saat sambutan tadi, IPNU-IPPNU di usianya yang ke-62 dan ke-61 telah menjadi salah satu organisasi penguat NKRI dan akan menjadi sejarah besar dimasa yang akan datang,” tutur Bangkit. (Abid/Tau)

1 Comment

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.