Audiensi PWNU Jatim; PW IPNU Jatim Tidak Mengusung Kandidat

Surabaya, 7 Nopember pukul 13.30 di Ruang VIP PWNU Jawa Timur berlangsung Audiensi antara PW IPNU Jawa Timur dengan PWNU Jawa Timur guna membahas Kongres dan Isu Krusial yang akan digolkan pada acara akbar tersebut. Dari pihak PW IPNU Jawa Timur dihadiri oleh pengurus-pengurus harian, dari pihak PWNU Jawa Timur dihadiri oleh jajaran pengurus harian Tanfidz termasuk didalamnya adalah H. Masyhudi Muchtar-Sekretaris PWNU Jawa TImur.
Mengawali audiensi persiapan kongres sebagai pembuka adalah Ketua PW IPNU Jawa Timur – Imam Fadlli dengan membahas isu-isu krusial yang akan dibawa pada kongres. Diantara isu terpenting yang disampaikan oleh Imam Fadlli adalah Permen Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan. Dia mengutarakan, “berdasarkan kajian dan analisa kami (PW IPNU Jawa Timur) Permen tersebut perlu kita (PW IPNU Jatim) kaji ulang secara lebih kritis, karena sama sekali tidak berpihak pada keberadaan organisasi ekstra sekolah (ORSES) karena peraturan menteri tersebut hanya menjadi payung hukum bagi eksistensi Organisasi Intra Sekolah (OSIS).” Isu krusial kedua yang dibawa oleh Imam Fadlli adalah PW IPNU Jawa Timur tidak mengusung nama yang diajukan sebagai kandidat pada konstelasi kongres besok. Hal ini sangat beralasan baginya, karena mendalami materi dan isi kongres lebih penting dari pada mengusung calon yang diajukan. Mengenai pendapat ini juga sangat disetujui oleh PWNU Jawa Timur. Masyhudi Muchtar mengatakan, “periode PW IPNU Jawa Timur saat ini adalah normalisasi, karena itu saya setuju bila kongres besok PW IPNU Jawa Timur tidak mengusung calon, masalah kandidat tidak perlu dibuat serius.” lanjutnya.

Pernyataan Masyhudi Muchtar-Sekretaris PWNU Jawa Timur juga diamini oleh Wahid Asa Pengurus Harian PWNU Jawa Timur, dia merasa senang dengan normalisasi yang diadakan oleh PW IPNU Jawa Timur, dari pada berbicara masalah kandidat lebih baik berbicara masalah pelaja