IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Maulidan

Probolinggo, ipnujatim.or.id
Dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menggelar Festival Dai Cilik, Ahad (25/1).

Festival Dai Cilik ini diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan santri dari musholla, madrasah diniyah, TPQ, TPA dan SD berusia 6-13 tahun. Uniknya, dalam lomba tersebut para peserta menyampaikan pidatonya dalam bahasa daerah.

Ketua IPPNU Desa Pesisir Yayuk Hasanah Yayuk menjelaskan, ada empat aspek penilaian yang dilakukan dalam kegiatan tersebut. Yakni, kesesuaian materi dengan tema dan penggunaan bahasa, kejelasan dan fashohah, penguasaan audiens; serta adab, kesopanan dan fashion.

“Dalam kegiatan ini kami fokuskan kepada penggunaan bahasa daerah. Supaya nantinya anak-anak desa bisa terlatih sejak kecil berbicara menggunakan bahasa yang baik, benar dan yang terpenting sopan sekalipun menggunakan bahasa daerah yang merupakan bahasa kesehariannya. Kalau bahasa Indonesia kan sudah sering dilakukan di sekolahnya,” jelasnya.

Menurut Yayuk, selain untuk menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut merupakan upaya memberikan wadah bagi anak-anak yang merupakan kader cilik NU agar bisa mengembangkan bakatnya dan sebagai pengkaderan awal IPNU-IPPNU di Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan IPNU-IPPNU sedini mungkin, membumikan Maulid Nabi dan melatih anak-anak untuk bisa menyampaikan pidato dengan menggunakan bahasa daerah yang baik, benar dan sopan,” ungkapnya.

Dengan festival tersebut Yayuk mengharapkan nantinya dapat menumbuhkan kader IPNU-IPPNU yang militan dengan pengenalan IPNU-IPPNU yang dimulai sedini mungkin kepada calon penerus perjuangan NU serta mengetahui sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Kegiatan ini sejalan dengan tekad kami yang menginginkan agar IPNU-IPPNU di Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih menjadi ujung tombak organisasi kepemudaan sehingga bisa mencetak kader NU yang baik, sopan dan santun yang merupakan estafet pemimpin NU di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Sumber : NU.OR.ID

Leave a Comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.