IPNU Jatim Cetak Puluhan Jurnalis Santri

LamongDSC05480an, PASTI – kesadaran akan pentingnya pembinaan kader multidisipliner keilmuan, merupakan tonggak penting dalam merawat eksistensi organisasi. Termasuk dalam hal ini adalah membekali kemampuan jurnalistik bagi para kader-kadernya. Pimpinan Wilayah IPNU Jatim baru-baru ini menyelenggarakan diklat jurnalistik bekerjasama dengan KOMPAS yang penyelenggaraannya dipusatkan di Pondok Pesantren.

Pendidikan dan Pelatihan yang bertajuk “Menjadi Jurnalis Muda yang Kreatif dan Inovatif” ini, diselenggarakan selama tiga hari di Pondok Pesatren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan (22-24/8). Dalam pelatihan ini, diikuti oleh 80 lebih pelajar dan santri yang berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Timur. Imam Fadli selaku ketua IPNU Jatim yang juga sebagai penanggung jawab acara tersebut menyatakan bahwa tujuan diselenggarakannya diklat ini tak lain untuk memberikan pengetahuan kejurnalistikan kepada kalangan pelajar, memunculkan kader-kader jurnalis muda yang inovatif, menggali potensi minat dan bakat pelajar di bidang tulis menulis, serta mengembangkan kretafitas pelajar dalam dunia jurnalistik.

Kegiatan diklat ini semakin bonafit karena pembukaan acara ini dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, yakni KH Abdul Ghofur serta dimentoring langsung oleh team redaksi dan wartawan dari KOMPAS Jakarta, antara lain Ninuk (Wakil Direktur Harian KOMPAS) dan Muhammad Bakir (Wakil Redaktur Pelaksana Harian KOMPAS).

Materi yang diberikan dalam pelatihan inipun sangat beragam, antara lain dasar-dasar jurnalistik (DJ), kode etik jurnalistik, tehnik penulisan dan investigasi berita, penulisan features, penulisan artikel, manajemen keredaksian, tehnik perwajahan / layout, wawancara dan reportase, serta tehnik dasar fotografi.

Kegiatan ini diakhiri dengan perlombaan membuat surat kabar dari Sembilan kelompok yang dibentuk dari peserta serta penyerahan hadiah yang diberikan langsung oleh team KOMPAS kepada pemenang lomba. Pada diklat ini, berhasil membuat sembilan surat kabar yang terlahir dari hasil liputan, design dan fotografi peserta diklat. Antara lain surat kabar Suara Santri, Embun Pagi, D’tik, Kolong, Giri, NU-Santara, Lintang-9 dan Al-Qolam. (ek)