Sambut Era TV Digital, IPNU Jatim Gelar Diklat Jurnalis TV

10868012_708740599233461_2689622109348336273_nIPNU Jatim, Jombang- Tahun depan, masyarakat Indonesia memasuki era TV digital, dimana semua orang mempunyai beragam pilihan dalam mengakses informasi melalui jaringan televisi. Melihat realita tersebut, maka Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menggelar diklat jurnalis TV pada hari rabu sampai kamis (24-25/12/2014) di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang,

Nampak hadir dalam acara tersebut antara lain, KH Solahudin Wahid (Pengasung Ponpes Tebuireng) Hj. Munjidah Wahab (Wakil Bupati Kab. Jombang) serta H. Nur Hidayat (PWNU Jatim). Dalam sambutannya, Gus Solah (sapaan akrab KH Solahudin Wahid) memaparkan bahwa dunia televisi merupakan media yang paling efektif dalam mensosialisasikan gagasan dan informasi. Namun, adik dari Gus Dur ini juga mewanti-wanti agar tidak menyalahgunakan media ketika menjadi seorang jurnalis televisi. Hal ini setidaknya pernah dialami beliau saat perkataannya dipelintir oleh salah satu media massa.

Acara Diklat Jurnalis TV ini, diselenggarakan atas kerjasama IPNU Jatim dengan BBS TV sebagai tindak lanjut diklat jurnalis dasar yang diselenggarakan sebelumnya. Dalam pelatihan tersebut, IPNU Jatim berhasil mengundang para narasumber antara lain dari; Mustika (Net), M. Amir (Metro TV), Ali Mudrik (BBS TV) dan Muh. Mufit (NetTV)

Pada kesempatan tersebut, juga nampak hadir Idy Muzayyad selaku Wakil Ketua KPI Pusat. Dalam acara itu, pria yang pernah menjadi Ketum PP IPNU 2006-2009 menjadi narasumber tunggal dalam Stadium General yang menjadi rangkaian acara diklat Jurnalis TV tersebut. Dalam pemaparannya, Idy menjelaskan bahwa sebagai seorang yang berpendidikan, para kader IPNU-IPPNU harus mampu mengarahkan keinginannya dalam melihat acara televisi yang lebih edukatif dan positif.

“Para kader NU jangan hanya menjadi penikmat TV, tapi juga harus mampu menjadi pengamat dan pembuat acara TV yang lebih baik” paparnya di Aula Gedung Yusuf Hasyim, Rabu (24/12)

Selain diklat televisi, dalam acara yang diselenggarakan selama dua hari tersebut juga digelar sosialisasi Anugerah IPNU Jatim serta sosialisasi Peraturan CBP hasil Rakernas 2014. Imam Fadlli selaku ketua PW IPNU Jatim menegaskan bahwa, acara yang diselenggarakannya ini dalam rangka mengoptimalkan program kerja secara efisien. Pria asal Paciran, Lamongan tersebut juga menambahkan, bahwa acara ini sengaja dilakukan bersama agar para kader disemua sektor IPNU se-Jatim dapat bersilaturahim sekaligus mengasah kemampuan berorganisasinya secara kolektif. (Eka)

IPNU Jatim Cetak Puluhan Jurnalis Santri

LamongDSC05480an, PASTI – kesadaran akan pentingnya pembinaan kader multidisipliner keilmuan, merupakan tonggak penting dalam merawat eksistensi organisasi. Termasuk dalam hal ini adalah membekali kemampuan jurnalistik bagi para kader-kadernya. Pimpinan Wilayah IPNU Jatim baru-baru ini menyelenggarakan diklat jurnalistik bekerjasama dengan KOMPAS yang penyelenggaraannya dipusatkan di Pondok Pesantren.

Pendidikan dan Pelatihan yang bertajuk “Menjadi Jurnalis Muda yang Kreatif dan Inovatif” ini, diselenggarakan selama tiga hari di Pondok Pesatren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan (22-24/8). Dalam pelatihan ini, diikuti oleh 80 lebih pelajar dan santri yang berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Timur. Imam Fadli selaku ketua IPNU Jatim yang juga sebagai penanggung jawab acara tersebut menyatakan bahwa tujuan diselenggarakannya diklat ini tak lain untuk memberikan pengetahuan kejurnalistikan kepada kalangan pelajar, memunculkan kader-kader jurnalis muda yang inovatif, menggali potensi minat dan bakat pelajar di bidang tulis menulis, serta mengembangkan kretafitas pelajar dalam dunia jurnalistik.

Kegiatan diklat ini semakin bonafit karena pembukaan acara ini dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, yakni KH Abdul Ghofur serta dimentoring langsung oleh team redaksi dan wartawan dari KOMPAS Jakarta, antara lain Ninuk (Wakil Direktur Harian KOMPAS) dan Muhammad Bakir (Wakil Redaktur Pelaksana Harian KOMPAS).

Materi yang diberikan dalam pelatihan inipun sangat beragam, antara lain dasar-dasar jurnalistik (DJ), kode etik jurnalistik, tehnik penulisan dan investigasi berita, penulisan features, penulisan artikel, manajemen keredaksian, tehnik perwajahan / layout, wawancara dan reportase, serta tehnik dasar fotografi.

Kegiatan ini diakhiri dengan perlombaan membuat surat kabar dari Sembilan kelompok yang dibentuk dari peserta serta penyerahan hadiah yang diberikan langsung oleh team KOMPAS kepada pemenang lomba. Pada diklat ini, berhasil membuat sembilan surat kabar yang terlahir dari hasil liputan, design dan fotografi peserta diklat. Antara lain surat kabar Suara Santri, Embun Pagi, D’tik, Kolong, Giri, NU-Santara, Lintang-9 dan Al-Qolam. (ek)