IPNU itu memBERKAHi, namun juga bisa meLAKNATi

Malam itu tahun 2010, saya dicari oleh salah seorang santri di Al-Hikam, beliau ngomong “Far,,, Bisa mijeti ta?” saya jawab “mijeti siapa”, dia ngomong ” Mbah Muhith Muzadi(Alm)” seketika itu juga saya terbangun dan bilang “Siap Bisa”. karena waktu itu sya sangat mendambakan untuk bertanya tentang banyak hal. Akhirnya langsung bergegas ke Rumah ustdz. Nafi’ dan Mbah muhith Muzadi sudah ada disana.

Pijetan demi pijetan, mulai saya bertanya tentang Khittoh NU, kemudian waktu itu karena pasca muktamar dimakasar, beliau cerita tentang peristiwa muktamar, dan lain sebagainya, bahkan sya tanya juga asal usul pramuka atau kepanduan dan tak lupa waktu itu sya tanya tentang IPNU.

Setelah lebih dari 2 jam tak terasa, banyak cerita tentang NU dan IPNU. kemudian belia berpesan di penghujungnya ” Kowe saaiki kan nang IPNU, IPNU iku kader enome NU. Yo seng bener lek berjuang di IPNU itu, gak usah neko-neko. sebab IPNU iku yo barokai, tapi yo iso malati”

Kata kata itu yang hingga kini selalu terniang-niang ditelingaku. Saya sangat berhati dalam ber-IPNU. Karena IPNU bukan sekedar organisasi biasa. IPNU organiasi yang didirikan oleh para pelajar yang tulus hatinya. IPNU sebagai Gerbang pengkaderan NU. IPNU didiran dengan tujuan mulia, ayo muliakan IPNU dengan Ilmu dan Akhlak.
Bahkan dua kali ikut kongres saya selalu menangis meneteskan air mata tanpa sadar. kenapa??? bersambung edisi 5….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *