Majalah PASTI IPNU Jatim: Jalur Sutera Baru Millenial Nusantara

BACAAN WAJIB GENERASI MILLENNIALS

Awalnya tidak tertarik untuk membaca majalah ringan ini, tapi tema yg diangkat membuat saya penasaran untuk membukanya.

Misalnya, “GENERASI MILLENNIALS TAK MINAT DENGAN ISU POLITIK DI JATIM”, salah satu hasil survei inilah yang cukup menyedot perhatian saya. Masak iya sih? Bukannya para millennials suka like dan share pelaksanaan Pilgub Jatim?

Ternyata benar, hasil survei yg dilakukan oleh Lembaga Student Research Center (SRC) IPNU Jatim menunjukkan 90% GM mengetahui pelaksanaan pilkada 2018 sedangkan peminat isu politik hanya 17%. Isu ekonomi ternyata menempati urutan pertama yaitu 18%. Sisanya terbagi dalam isu pendidikan, teknologi, agama dan budaya.

Semakin penasaran lagi ketika menemukan judul “Diprediksi Kehidupan Manusia Akan Seperti Film Fiksi”. Woooow? Benarkah demikian? Dalam artikel itu dijelaskan bahwa semua aktifitas manusia akan ditopang oleh teknologi.

Majalah ini dapat membuka wawasan pembaca tentang potensi dan tantangan di era millennilas.

Kamu bisa download versi PDF secara gratis disini 👇Majalah PASTI Edisi Millenial

MAJALAH PASTI
Edisi ke 7 bentuk PDF
Bulan Maret 2018
60 halaman
Diterbitkan PW IPNU Jatim

 

 

Survei Generasi Millenials SRC Jawa Timur

Apakah kamu termasuk Generasi Millenials, siap melakukan lompatan besar, dan menjadi bagian penting perubahan Jawa Timur ke depan? Jika jawabanmu adalah YA, buktikanlah dengan turut mengisi Survei singkat berikut ini. Survei ini diprakarsai oleh Student Research Center (SRC) Jawa Timur. Sebagai sebuah bentuk refleksi hari lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ke-64 (24 Februari 1954 – Now), dan sekaligus upaya dalam menyuarakan Aspirasi Pelajar Millenial Jawa Timur.
Let’s Check It Out!!

klik DISINI https://goo.gl/forms/jKqnM7e1D17nkTzj1DISINI

Ketua PCNU Surabaya: Berkat Resolusi Jihad Indonesia Merdeka

Surabaya – Jumat malam (20/10) rombongan kirab santri resolusi jihad tiba di Kantor PCNU Surabaya di Jl Bubutan Gg VI No 1 Surabaya. Peserta kirab disambut hangat oleh PC IPNU Surabaya. Lengkap dengan banjarinya.

Ketua PCNU Surabaya Dr H Muhibbin Zuhri mengenalkan satu persatu pengurus yang mendamping hadir. Gus Zainuddin Azmi Wakil Ketua dan cucu pencipta logo NU. Sekretaris PCNU Surabaya Mochammad Hamzah yang juga mantan Ketua IPNU Jawa Timur.

Dalam orasi kebangsaan, Muhibbin Zuhri mengajak para peserta kirab untuk melihat secara langsung gedung Hoofd Bestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) atau kantor pusat NU.

Muhibbin mengatakan seandainya tidak ada fatwa resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 tidak mungkin kita menghirup udara segar kemerdekaan ini. “Di sinilah Resolusi Jihad difatwakan oleh Hadratussyekh Hasyim Asyari dan para kiai berkumpul di sini,” kata Muhibbin sambil menunjukkan ruang tengah kantor PCNU Surabaya itu.

Setelah kemerdekaan diprokmirkan sekutu tidak ingin kemerdekaan Indonesia dilepas begitu saja. Bung Karno mengatakan siapakah yang bisa melawan sekutu kalau bukan rakyat. Maka rakyat harus digerakkan. “Waktu itu TNI masih belia, masih baru berdiri. Kalau anak sekarang mengatakan masih unyu unyu,” tegasnya.

Rakyatlah yang melawan. Lalu siapakah yang bisa menggerakan rakyat. Akhirnya Bung Karno mengutus orang dekatnya untuk bertemu KH Haysim Asyari dan meminta fatwa membela negara di Tebuireng sekitar akhir September. Pada tanggal 22 Oktober 1945 lahirlah resolusi jihad.

“Sebagai santri harus mengambil peran peran strategis di negeri ini. Anak anak muda NU harus mengasah skil yg tangguh. Saatnya nanti generasi muda ini membawa Indonesia lebih baik,” pungkas Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Rofii

Spirit Hadratussyekh KH Hasyim Asyari

Jombang – Tepat pukul 14.00 WIB rombongan kirab santri tiba di Pondok Pesantren Tebuireng (20/10). Dengan membawa panji kirab NU, panji IPNU dan Bendera merah putih para peserta memasuki area makam Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim dan Makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Rombongan disambut oleh KH Lukman Hakim. Gus Lukman mengatakan jika kalian berkhidmah kepada NU maka secara otomatis kalian sudah dianggap santri oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asyari.

“Spirit perjuangan harus ditanamkan sejak dini. Berpedomanlah kepada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Aswaja yang diajarkan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asyari,” pesan Gus Lukman.

Makam yang berada di area pesantren ini terus ramai dikunjungi. Gus Dur telah memberikan dampak yang positif. Orang mati yang mampu menghidupi orang hidup. Rofii

Bupati Madiun Melepas Rombongan Kirab Santri IPNU Jawa Timur

Madiun – Bupati Madiun H Muhtarom melepas rombongan kirab santri IPNU Jawa Timur di Pendopo Pemkab Madiun. Secara simbolis Bupati menyerahkan Panji Nahdlatul Ulama kepada Ketua Rombongan Kirab Santri.
Bupati yang alumnus IPNU tahun 1976 ini berpesan kepada peserta kirab, jadilah generasi yang mampu menjadi penerus bangsa. Generasi yang mampu memenej organisasi terbesar di dunia ini.
“Hari santri ini mari kita jadikan sebagai penghormatan kepada para syuhada, pejuang kemerdekaan Indonesia. Yang lebih penting adalah meneladani jiwa patriolisme para kiai,” kata H Muhtarom saat sebelum melepas rombongan kirab ini.
Sebelum 2015 pemerintah belum mengakui legalitas perjuangan para santri. Di kepemimpinan Presiden Jokowi ini pemerintah memberikan pengakuan secara formal perjuangan kiai pesantren.
Kehebatan santri terbukti bisa membunuh Jenderal Mallaby. Seorang Jenderal yang telah memenangkan perang dunia ke dua. “Dengan senjata seadanya jendrral terbunuh. Inilah hebatnya strategi para kiai dan santri,” lanjut Muhtarom memberikan spirit kepada peserta kirab.

Tangkal Berita Hoax, PW IPNU Jatim Bentuk Tim Cyber Force

IPNUJatim, Bojonegoro – Pesatnya perkembangan teknologi digital membuat informasi saat ini mudah didapatkan. Namun sayang banyak informasi yang tidak akurat bahkan bernada provokasi yang dapat meresahkan masyarakat luas. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk meminimalisir hal tersebut, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur membentuk tim khusus yang bergerak dibidang internet yaitu Cyber Force, Sabtu (2/9/2017).

Tim yang diresmikan dalam acara rapat kerja wilayah (rakerwil) ke-2 tersebut bertujuan untuk menciptakan ketahanan informasi dan menangkal berita hoax baik di Jawa Timur maupun nasional.

Haikal Atiq Zamzami, ketua IPNU Jatim, menilai pembentukan tim tersebut mempunyai peran sangat penting untuk meminimalisir beredarnya berita palsu yang dapat meresahkan masyarakat.

“Cyber Force ini sengaja kami bentuk dalam rangka menciptakan ketahanan informasi di dunia internet. Era digital seperti saat ini banyak berita tidak sesuai dengan fakta. Bahkan banyak juga informasi yang tidak valid dan bernada provokasi,” ujar Haikal dalam pembukaan Rakerwil II di Ponpes Abu Dzarin Bojonegoro.
Haikal juga menambahkan, tim Cyber Force nantinya terdiri dari pengurus IPNU tingkat Wilayah atau Provinsi dan melibatkan Pimpinan Cabang (PC) IPNU yang ada di tingkat Kota dan Kabupaten se-Jawa Timur. Semua tim akan bersinergi antara satu dengan yang lainnya.
“Tim ini terdiri dari rekan-rekan (IPNU, red) yang ada di tingkat wilayah serta PC yang ada di Kota dan Kabupaten se-Jawa Timur.” ujarnya.

Tim yang bergerak di dunia maya tersebut selain menangkal berita hoax dan menanggapi isu-isu penting seputar dunia pelajar. Juga akan dimaksimalkan dalam menyampaikan semua informasi di dalam tubuh organisasi IPNU itu sendiri secara masif.

Dikesempatan tersebut, pria kelahiran Jember ini juga mengajak dan mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi.

“Saya mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika menerima informasi. Jangan mudah share berita yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat. Lebih baik cari kebenarannya dulu melalui situs terpercaya sebelum disebarkan.” pungkasnya.

Tim Cyber Force yang diresmikan berjumlah 7 orang dengan memakai rompi warna hitam yang akan menjadi seragam resmi dalam menjalankan tugas. Sebelumnya dibacakan ikrar atau komitmen dihadapan tamu undangan yang dipandu langsung oleh Haikal Atiq Zamzami. [st/fik]

Gelar Rakerwil II, IPNU Jatim Komitmen Perkuat Ketahanan Informasi

IPNU Jatim, Surabaya – Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur akan menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II di Pondok Pesantren Abu Dzarrin Bojonegoro pada 2-3 September. Pada Rakerwil kali ini, IPNU berkomitmen memperkuat ketahanan informasi.

Ketua IPNU Jawa Timur, Haikal Atiq Zamzami mengatakan saat ini pelajar dihadapkan pada sebuah anomali, yaitu konsumsi berlebih (hyperconsumption) terhadap informasi. Apalagi diantara informasi yang tersebar di media sosial tidak memiliki signifikansi terhadap pengembangan potensi diri dan pembentukan karakter pelajar.

“Penyebabnya arus informasi yang semakin tak terkontrol. Kondisinya sudah masuk dalam kategori krisis ketahanan informasi. Demikian pula dengan hasil survei Pusat Kajian Komunikasi (Pusakom) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyatakan, tingkat penetrasi berdasarkan pekerjaan adalah 69,8 % pada pelajar,” katanya di Kantor IPNU Jatim, Jumat (1/9).

Ia menjelaskan perkembangan pesat teknologi digital membuat peredaran informasi semakin sulit terbendung. IPNU, sambungnya, memberi perhatian khusus terhadap maraknya berita bohong atau hoax karena menjadi sumber fitnah, adu domba dan ujaran kebencian.

Lebih lanjut, diungkapkan Haikal, pelajar harus bisa menggunakan media sosial secara cerdas dan positif seperti memperluas jaringan, menjalin silaturahmi dan menambah wawasan. Melalui Rakerwil II, sebanyak 45 cabang IPNU yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur akan menjadi agen ketahanan informasi di lingkungan masing-masing.

“Anggota kami hadir hingga di tingkat Desa, mereka akan melakukan diskusi, sosialisasi dan berbagai kegiatan lainnya,” tandas Haikal

Rakerwil II yang mengusung tema “Konsolidasi Gerakan Pelajar Membangun Ketahanan Informasi” menjadi kesempatan untuk membahas berbagai isu strategis diantaranya menata strategi gerakan di era medsos, mentradisikan riset di kalangan pelajar, mengelaborasi isu-isu pendidikan seperti peran osis dan five days school. (luk/Fik)

SILATURAHIM MAJELIS ALUMNI IPNU JATIM DI PWNU JAWA TIMUR

Surabaya, IPNU JATIM- Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur gelar Silaturahim di kantor PWNU Jawa Timur,ratusan alumni yang datang dari seluruh daerah di jawa timur turut maramaikan acara tersebut, Silaturahim di laksanakan pada Ahad kemren.(24/07/16)

Dalam sambutanya ketua majelis alumni IPNU Jawa Timur Bapak H Muzammil Syafii mengatakan acara ini dilaksanakan untuk menjaring seluruh alumni IPNU Jawa Timur yang saat ini banyak alumni-alumni yang telas mendapatkan posisi strategis seperti ada yang menjadi anggota dewan DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, pengurus PWNU, pengusaha sukses dan sebagainya

“Dengan Silaturahim alumni kami harapkan akan banyak Ide-Ide yang muncul dan akan membangun jaringan network antar alumni, yang selanjutnya Majelis Alumni IPNU bisa member kontribusi yang jelas kepada kader-kader IPNU yang berada di cabang maupun di wilayah” tambah anggota DPRD tersebut.

“Selanjutnya dari acara Silaturahim ini Majelis Alimni akan membuat database majelis alumni yang berada di daerah dan belum terjaring hingga saat ini, tidak hanya itu kami juga akan membuat buku kader dari masa ke masa dan akan sangat bermanfaat bagi kader IPNU” tambahnya.

Silaturahim dihadiri oleh tokoh-tokoh Jawa Timur diantaranya Bapak Azwar Anas(Bupati Banyuwangi)  HM Sholeh Hayat (politisi/jurnalis), H. Muzammil Syafi’i, SH, M.Si (Ketua MA IPNU Jatim/politisi), H Sullamul Hadi Nurmawan (politisi/Ketua DPRD Sidoarjo), Letkol Chumaidi (TNI AL), H Muhibbin Billah (pengusaha), Dr. Ja’far Amiruddin (dosen UNJ), Maksum Zuber (BOPI Kemenpora), dan sebagainya.

Dalam Silaturahim dan Temu Alumni yang juga ditandai dengan deklarasi Forum Silaturahim Alumni (FSA) IPPNU Jatim itu, testimoni alumni juga disampaikan Rekan H Halla Muchtar (ketua IPNU jatim tahun 1972-1979), Rekanita Hj Nur Zaenab Noer(ketua IPPNU 1972-1976), dan Rekanita Aisyah L Agustini (ketua IPPNU tahun 1989-1992).

“Saya sarankan MA IPNU dan FSA IPPNU Jatim tidak hanya silaturahim, tapi juga melakukan kegiatan yang menguntungkan IPNU dan IPPNU dari generasi sekarang, apalagi zaman sekarang lebih mudah daripada zaman saya yang sulit mencari dana operasional organisasi,” kata Rekan H Halla Muchtar.

Oleh karena itu, Rekanita Hj Nur Zaenab Noer mengingatkan aktivis IPNU dan IPPNU untuk menata niat dalam berorganisasi. “Jangan sampai tidak ikhlas, apalagi sampai minta-minta jabatan, nanti kita capek tanpa mendapatkan pahala sama sekali, Rugi,” katanya.

 

PC IPNU BOJONEGORO GELAR KONFERENSI CABANG DI PADANGAN

Bojonegoro, PW IPNU JATIM –  Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatu Ulama(IPNU) Kabupaten Bojonegoro gelar Konferensi Cabang XIII di Ponpon Pesantren AL Hadi Padangan, konferensi cabang di hadiri oleh 250 an Peserta yang datang dari seluruh penjuru daerah di Bojononegoro.(17/07/16)

Konferensi Cabang adalah forum Musyawarah tertinggi di tingkat kabupaten atau kota, dalam konferensi juga ada sesi laporan pertanggungjawaban IPNU Bojonegoro periode 2014-2016, pemilihan ketua baru dan perumusan kebijakan organisasi pada periode selanjutnya.

Masluhan ketua Domisioner dalam sambutan mengatakan bahwa konferensi adalah agenda terakir dalam kepengurusanya dan semoga ketua terpilih bisa menjalankan amah kepengurusan selanjutnya, .

“tentu tidak mudah dalam menjalankan amanah menjadi ketua IPNU Bojonegoro, saya berharap ketua terpilih mampu meneruskan estafet kepengurusan dengan baik dan amanah, saya menaruh harapan penuh dan member kepercayaan kepada Rekan Abidin sebagai ketua terpilih” tegas Masluhan dalam sambutan penutupan konferensi.

Acara ini juga di hadiri oleh ketua IPNU Jawa Timur rekan Haikal Atiq Zamzami pada pembukaan konferensi, dalam sambutanya rekan Haikal mengatakan”PC IPNU Bojonegoro adalah salah satu Pimpinan cabang yang sangat aktif dan kaya akan kegiatan, sehingga ketua terpilih harus mampu menjalankan roda organisasi dengan baik”

Tidak hanya itu hubungan antara organisasi dengan stakeholder terkait sangat lah penting, hal itu dapat mempermudah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam berorganisasi,  tambah Ketua IPNU Jatim.

Konferensi IPNU Bojonegoro di tutup dengan pemilihan ketua baru, Muhammad Nur Abidin telah terpilih menjadi ketua periode 2016-2018 dengan aklamasi.konfrensi ipnu bojonegoro

REUNI AJM 2016, MENCARI DAN BERBAGI ILMU

JEMBER, PW IPNU JATIM –  Aliansi Jurnalis Muda(AJM) Jatim mengadakan reuni ke-2 alumni diklat jurnalistik yang diselenggarakan oleh PW IPNU Jatim 2014 lalu pada 18-19 Juni 2016. Reuni tahun ini diadakan di Kabupaten Jember, tepatnya di PP.Al-Falah Karangharjo Silo Jember. (19/06)

Reuni tahun ini berbeda dengan reuni tahun lalu yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi. Pasalnya, reuni yang berlangsung selama 2 hari ini diisi dengan agenda Diskusi “Cyber Jurnalistik”, nonton bareng foto kenangan diklat, musyawarah anggota, kelas kepenulisan santri, dan berkunjung ke Teluk Love.

Menurut Adil, salah seorang alumni yang tak lain tuan rumah reuni tahun ini mengatakan bahwa Jember menjadi pilihan reuni 2016 ini karena antusias beberapa alumni yang berasal dari Jember sungguh besar.

Reuni ini dibuka secara langsung oleh K.H. Moh. Ma’mun Jauhari salah satu pengasuh PP.Al-Falah. Acara pembukaan diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari Jember, Sumenep, Banyuwangi, Probolinggo, dan santri PP.Al-Falah.

“Reuni akan kita adakan tiap tahun sebagai pengikat silaturrahmi dan tindak lanjut dari diklat yang diadakan oleh PW IPNU Jatim 2014 lalu di tiga daerah. Madura, Lamongan, dan Jombang.” Kata Ahmad Faizi Raziqi sebagai koordinator alumni dalam sambutannya.

Reuni ini memang tidak dihadiri oleh pengurus PW IPNU Jatim sebagai penyelenggara diklat di tahun 2014, karena banyaknya agenda wilayah yang tak memungkinkan untuk menghadiri kegiatan temu AJM ini. Namun dukungan terus diberikan oleh Rekan PW IPNU Jatim pada anggota AJM untuk ikut berpartisipasi dalam mengisi website resmi PW IPNU Jatim.

Bukan hanya itu, menurut Firda koordinator acara reuni, dengan adanya kegiatan reuni ini diharapkan Rekan-Rekanita AJM baik angkatan 1, 2, dan 3 mampu mengembangkan bakat minat di bidang literasi maupun jurnalistik dengan membentuk program jangka panjang, misalnya dengan adanya website AJM, kelas kepenulisan santri untuk pesantren-pesantren di Jawa Timur.

AJM

Ada beberapa kegiatan yang terlaksana pada reoni yang ke 2 ini, yakni pertama Ilmu Barudi Diskusi Interaktif “Cyber Jurnalistik” Diskusi Interaktif “Cyber Jurnalistik” menjadi agenda favorit reuni tahun ini. Pasalnya, diskusi ini dipandu oleh pemateri dari Kompas.com, Ira Rahmawati. Diskusi ini membahas fenomena pemberitaan di media sosial, penggunaan media sosial oleh remaja, dan manajemen media sosial untuk berkarya. Diskusi yang berlangsung selama 2 jam tersebut mendapat apresiasi dari para peserta, dengan adanya tanya jawab seputar langkah awal untuk menulis di media sosial.

Kedua, Kelas Kepenulisan Santri, Cara Alumni Berbagi Setelah adanya diskusi, Minggu 19 Juni diadakanlah kelas kepenulisan santri yang dipandu oleh para anggota AJM. Kelas ini diikuti oleh santriwati PP.Al-Falah selama 4 jam di lingkungan pesantren. Materi yang diberikan mulai dari motivasi untuk menulis, langkah awal menulis, praktik menulis tentang diri sendiri, praktik menulis lingkungan sekitar, analisis berita, dan pengelolaan dasar blog.

Dan yang terakhir jalan-jalan ke teluk Love sebagai agenda penutupan,  “Hujan, 1 persen adalah air, 99 persen sisanya adalah kenangan” Begitu kata Ira, narasumber diskusi Cyber Jurnalistik. Kalimat tersebut yang memotivasi para alumni untuk Melawan Hujan demi menuju Teluk Love yang berlokasi Kecamatan Ambulu daerah selatan Kabupaten Jember. Hujan deras melanda selama 2 jam perjalanan para jurnalis muda tersebut. Namun hujan tidak menghalangi semangat kawanan AJM untuk mengeksploresalah satu destinasi wisata Jember tersebut. Mulai dari selfie di pantai dan puncak, buka puasa bersama, hingga membuat video dokumentasi perjalanan.

Kegiatan Temu Alumni ini dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat para alumni lainnya untuk hadir di kegiatan reuni selanjutnya. Maka diharapkan di tahun depan, antusias alumni lebih besar dalam mencari dan berbagi ilmu yang diwadahi dengan kegiatan reuni tersebut. (Aidy Firda/Tau)

BUKA BERSAMA KADER IPNU-IPPNU TAPAL KUDA

Lumajang, PW IPNU JATIM – Setelah silaturahim korda Mapasraya sekarang giliran korda Tapal Kuda melaksanakan buka bersama yang di kemas dengan Gebyar Sholawat untuk memperingati Nuzulul Qur’an, acara di laksanakan di pendopo Kabupaten Lumajang dan di hadiri Bupati Lumajang Bapak Drs. H. As’at, M.Ag. (28/06/16).

Acara Silaturahim korda Tapal kuda ini di selipkan pada agenda pelantikan Lembaga Rijalul Ansor oleh Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Lumajang, peserta yang hadir melibatkan Kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama(IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Ansor Lumajang dan pengurus Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Jawa Timur.

Bupati Lumjang dalam sambutanya mengatakan”IPNU adalah Organisasi pelajar yang harus tetap di besarkan, karena organisasi ini memiliki manfaat yang luar biasa di kalangan Pelajar dan pemuda, salah satu ancaman terbesar di Lumajang adalah pergaulan bebas oleh para pemuda dan pelajar, maka IPNU harus mampu membentengi pelajar dalam bergaul agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas”

“Di sisi lain dalam berorganisasi juga di butuhkan ke ikhlasan dan kerja keras, agar anggota organisasi bisa solit dalam melaksanakan kegiatan apapun di organisasi” tambah H. As’at, dalam penyampaianya.

Silaturahim di barengkan dengan Nuzulul Qur’an dengan harapan bisa mendapatkan barokah Nuzulul Qur’an, tidak bisa di pungkiri dalam sejarah A l-Qur’an diturunkan sebagai risalah manusia dari kegelapan dunia menuju dunia yang penuh kedamaian, keberagamaan, dan penuh dengan nilai-nilai Islam.

Begitu meriahnya Kegiatan Silaturahim Korda Tapal Kuda, yang di hadiri oleh ketua pimpinan cabang Se Tapal Kuda.

IPNU IPPNU MAPASRAYA GELAR SILATURAHIM KORDA BERSAMA BUPATI PASURUAN

Pasuruan, IPNU JATIM

IPNU-IPPNU Korda Mapasraya gelar silaturahim IPNU-IPPNU  Korda Mapasraya yang di kemas dengan buka bersama, acara ini di hadiri puluhan kader yang berada di korda Mapas Raya yang meliputi enam pimpinan cabang  yaitu Kabupaten pasuruan, kota pasuruan, kabupaten Malang, kota malang, Bangil dan Kota Batu. Kegiatan ini di laksanakan di Pendopo Kabupaten Pasuruan(23/6/16).

Silaturahim Krda ini dihadiri oleh Bupati Pasuruan Gus Irsad dan Puluhan kader IPNU-IPPNU yang mewakili Pimpinan Cabang se mapasraya.

Dalam sambutanya Bapak Bupati menyampaikan “saya bangga kepada IPNU IPPNU mapasraya yg bisa berkunjung di pendopo pasuruan di gedung segoropuro ini, Semoga pertemuan ini bermanfaat untuk Kader-kader IPNU IPPNU, saya selalu siap jika ada kegiatan lagi untuk membantu menyukseskan kegiatan”.

Selanjutnya Gus Irsad menambahkan bahwa kader IPNU IPPNU harus terus berkembang, dan kuncinya kader harus bisa kreatif dan cerdas dalam mengelola organisasi, sehingga IPNU IPPNU akan bisa maju dan bisa bersaing dengan Oraganisasi pelajar lainya.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Ketua IPNU Jawa timur dan Sekertaris IPPNU jawa timur yang di damping beberapa pengurus IPNU-IPPNU Jawa timur.

“Kumpul korda ini salah satu agenda kaderisasi dalam lingkup provinsi, yang akan mempermudah koorsinasi antara pimpinan cabang dengan pimpinan wilayah, Sehingga seluruh komunikasi antara Pimpinan cabang dan Wilayah dapat terakses dengan baik” ujar Haikal Atik ketua PW IPNU Jatim.

Acara Silaturahim Korda di tutup dengan penyampaian info kegiatan oleh seluruh Pimpinan Cabang se Mapasraya dan info kegiatan Pimpinan Wilayah IPNU Jatim.

Pelajar NU Turen Tunjukkan Eksistensi dengan Berbagi Takjil di Jalanan

MALANG, IPNU JATIM– Suasana di Kecamatan Turen Kabupaten Malang sedikit berbeda pada Ramadhan tahun ini. Bulan penuh berkah ini benar-benar dimanfaatkan oleh pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) setempat turun ke jalan membagikan takjil kepada pengguna jalan yang melintas di depan Kantor Polsek Turen, Kamis (23/6).

Kegiatan ini dilakukan untuk mencari berkah bulan Ramadhan sekaligus menunjukkan bahwa IPNU dan IPPNU Turen kembali hadir untuk masyarakat, IPNU IPPNU Turen mulai menunjukkan eksistensi dengan bagi-bagi takjil setelah beberapa waktu telah Vakum.

“Kami dari IPNU dan IPPNU Turen membagikan takjil gratis untuk warga Turen sebagai usaha kami guna mendapat berkah di bulan suci ini, sekaligus sebagai ucapan salam kami kepada warga Turen bahwa kami ada untuk masyarakat,” ujar Ketua IPNU Turen Hamid.

Menurutnya, kegiatan ini didukung Kapolsek setempat. Selain itu, Pelajar NU Turen juga mengagendakan bakti sosial dan kegiatan-kegiatan keagamaan serta kemasyarakatan di hari-hari selanjutnya.

“Semoga ini menjadi awal bangkitnya IPNU dan IPPNU di Turen. Selanjutnya akan terus menebar kemanfaatan kepada warga, Negara, dan umat,” imbuh kader IPPNU Turen Durul.(NU online)

IPNU-IPPNU Tuban Canangkan Program Gema Ramadhan

Tuban, IPNU JATIM- Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Tuban, Jawa Timur, tahun ini mencanangkan program “Gema Ramadhan” sebagai sarana mengisi bulan suci dengan kegiatan-kegiatan positif.
Agenda Gema Ramadlan tahun ini diawali dengan kegiatan pengaaderan Pelatihan Kader Utama (Lakut), dilanjutkan peluncuran buku Lakut “Esensi Gerakan Pelajar NU di Era Global”. Puncaknya adalah Festival Tongklek di Alun-alun Tuban yang rencananya dibuka langsung oleh Bupati Tuban.

Lakut yang merupakan jenjang ketiga dalam kaderisasi IPNU-IPPNU diikuti oleh alumni Lakmud (Latihan Kader Muda) yang didelegasikan oleh seluruh Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU se-Kabupaten Tuban dan Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU sekitar Kabupaten Tuban. Lakut dilaksanakan pada 16-19 Juni 2016 di SMP NU Hidayatul Ulum Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Lakut diikuti oleh 29 peserta pilihan yang melewati proses seleksi yang ketat.

Lakut PC IPNU-IPPNU Tuban dibuka langsung Haikal atiq Zamzami, Ketua PW IPNU Jawa Timur dan dihadiri oleh ketua PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Tuban, MWCNU Montong, beserta Banomnya dan Muspika Kecamatan Montong.

Ketua PW IPNU Jawa Timur mengatakan sangat bangga dan mendukung sepenuhnya atas terselenggaranya Lakut PC IPNU-IPPNU Tuban ini karena Lakut merupakan tahap pengaderan tertinggi di IPNU-IPPNU.

Sejumlah pemateri yang diundang panitia dalam kaderisasi kali ini antara lain Ketua DPRD Tuban, Ketua Fitra Kabupaten Tuban, Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Tuban, Ketua LTNNU Kabupaten Tuban, Ketua Aswaja NU Center Kabupaten Tuban, dan lain-lain.

“Pelatihan Kader Utama ini terlaksana karena upaya penghargaan Pimpinan Anak Cabang yang telah serempak melaksanakan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang merupakan jenjang pengaderan kedua yang harusnya dilanjutkan ke jenjang pengkaderan lebih tinggi yaitu Lakut,” ujar Ketua PC IPNU Kabupaten Tuban Falahuddin.(NUonline)

IPNU Jatim Gelar Pekan Pendidikan Jawa Timur 2016

pekan pendidikanSurabaya-IPNU JATIM, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Jawa Timur menggelar Pekan Pendidikan Jawa Timur 2016, Rabu (25/3). Pekan Pendidikan dilaksanakan di Sport Center UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dengan di hadiri 1200-an pelajar dan mahasiswa se-Jawa Timur.

Pekan Pendidikan di konsep dengan dialog publik dan deklarasi pelajar tertib berlalu lintas oleh Dishub Jawa Timur.  Acara dibuka oleh Rektor UINSA H Abdul A’la. Kemudian dilanjutkan dialog publik yang dipandu moderator Suko Widodo (Unair). Turut hadir juga beberapa akademisi, antara lain KH Ali Maschan Moesa, Murtadlo, Mudjito, Zainuddin Maliki.

Haikal Atiq Zamzami, Ketua IPNU Jatim menuturkan, IPNU siap menjadi pelopor tertib berlalu lintas. “Kami ini setiap tahun selalu melakukan sosialisasi. Selalu melibatkan berbagai pihak di 38 kabupaten kota di Jawa Timur. Pembinaan kepada masyarakat, termasuk para pelajar, petugas perlintasan kereta api dan sebagainya. Dengan IPNU ini kami lakukan, karena anggota IPNU sangat banyak dan tersebar di semua daerah di Jawa Timur. Mereka bisa menjadi pelopor tertib lalu lintas,” jelasnya.

Karena menurutnya, ini adalah sebuah tanggung jawab dan isu penting juga buat pelajar. “Di setiap cabang IPNU itu, anggota kita bisa mencapai 500 hingga 1.000 pelajar. Sudah sangat efektif jika kami dilibatkan dalam program ini,”  tandasnya.

 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi menegaskan bahwa 81 persen dari 57 kecelakaan lalu lintas yang terjadi setiap hari di Jatim itu melibatkan pemuda dan pelajar.

“Dari 57 kecelakaan lalu lintas perhari itu pun tercatat 15 korban tewas, sehingga setahun bisa mencapai 5.475 korban tewas di jalanan Jatim,” katanya saat berbicara dalam Pekan Pendidikan IPNU Jatim.

Di hadapan 1.200-an peserta seminar dan deklarasi dari kalangan pelajar, santri, dan mahasiswa di lingkungan IPNU Jatim, ia menilai pendidikan memiliki arti penting, terutama pendidikan tentang tertib berlalu lintas.

“Pendidikan tertib berlalu lintas itu antara lain bagaimana memahami rambu-rambu di jalanan dan menghargai jalanan sebagai milik publik untuk saling menghormati sesama pengguna jalan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi PW IPNU Jatim yang menggelar sosialisasi dan deklarasi pelajar pelopor tertib berlalu lintas dalam rangkaian Pekan Pendidikan Jatim 2016 yang dirangkai dengan dialog publik, stand up comedy edukasi dan penyerahan hadiah lomba foto selfie tentang pendidikan.(Taufik)